Do u have idealism?

Di Mommies Daily, kami punya. Kalau sudah pernah baca blogpost gue tentang Asi vs Sufor, mungkin sudah tau, ya, bahwa kami tidak menerima iklan untuk susu bubuk atau susu formula. Baik untuk sekedar program, kontes, event apalagi produk.

Bukan kami sok perfeksionis dengan mengagungkan ASI atau carmuk dengan kalangan tertentu, tapiiii kami merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap para ibu yang telah memercayai kami.

Seperti Hani pernah nulis di sebuah artikel di Mommies Daily waktu MD ulangtahun bahwa awalnya berat menolak produsen susu bubuk, karena mereka biasanya memiliki budget cukup besar, apalagi untuk Female Daily, sebuah perusahaan kecil. Awalnya cukup sering kami menimbang-nimbang untuk menolak, apalagi kalau "cuma promo event-nya kok" atau "tanpa sebut merk sama sekali, kok". Tapi sekarang sih udah bisa santai, nggak pake musyawarah mufakat lagi, deh, langsung tolak. Hehehe...

Ada beberapa yang langsung mengerti, tapi nggak sedikit juga yang coba ngerayu. Bahkan ada 1 produsen yang sampe gerilya masuk ke website, facebook, twitter sampe forum! Gilingan! Tapi Alhamdulillah, bahkan Vanya yang belum punya anak pun ngerti dan bangga dengan keputusan kami ini :)

Kenapa sih kami nggak mau terima? Selain tanggung jawab moral, kalau gue pribadi nih, ngerasanya kaya orang 'muna' aja gitu, menggadang-gadangkan ASI is the best, tapi kok tetap menerima 'duit' dari mereka yang kerap menyebabkan gagalnya proses pemberian ASI dari seorang ibu pada anaknya. Ngerasa nggak sreg aja gitu, menulis sesuatu yang dalam hati kecil kita ini nggak pantes untuk diberitakan, tapi kok tetap di share ke pembacanya. Tiap abis nolak, pasti gue akan bilang "alhamdulillah". Kata Hani, "nolak duit kok, alhamdulillah? " :))

Untuk gue pribadi, idealisme gue saat ini adalah mengerjakan apapun sesuai kata hati gue. Nah, ini mungkin salah satunya. Kata hati gue (yang alhamdulillah diamini sama empunya perusahaan) bilang nggak pas nih menyebarkan info beginian, ya nggak mau.

ASI versus sufor memang urusan sensitif dan never ending story, sih. Mau terima atau nggak, ya balik lagi ke diri masing-masing. Toh gue nggak mau nge-judge bahwa ngasih sufor itu haram apalagi kalau alasannya tepat.
Bagi gue, yang perlu diperangi itu produsennya karena gencar banget promosinya, BUKAN para ibu yang ngasih sufor ke anaknya. Ya nggak sih?

Apa cuma produk susu bubuk saja yang jadi 'korban' idealisme kami? Nggak dong, ada makanan instan bayi dan penyedap makanan :D

Laaah, rejekinya darimana? Rejeki ga kemana, kalaupun pas-pasan, setidaknya nabung amal baik dengan menyebarkan kebaikan. Amiiiiin!


sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment