Jokowi for DKI 1?

Sejak pertama kali baca berita tentang Joko Widodo yang berhasil memimpin kota Solo, gw udah mengagumi beliau. Apalagi bokap orang Solo dan bilang memang kemajuan kota Solo kelihatan banget. Terus sekitar 1thn yang lalu, Metro TV menurunkan berita tentang beliau dengan backsound Pemimpin Dari Surga-nya Gigi. Simak deh sebagian liriknya:

"Apakah mungkin bila kamu menjadi pengganti bagi kami
hanyalah saja yang terjadi kami jadi pengabdimu
memang benar kau punyai kuasa atas diri kami
tapi ingat kuasamu amanah dari Sang Kuasa"

Sehebat itukah Joko Widodo yang dikenal dengan sebutan Jokowi?
Gue ga demen politik dan gw seringkali berbaiksangka dengan orang lain. Membaca aneka berita tentang Jokowi dan baca testimoni warga Solo, cukup sih, buat gue.
Jokowi ini basic-nya adalah pengusaha, bukan pengusaha kelas atas, hanya punya usaha furniture. Beliau nggak mencalonkan diri sebagai Walikota Solo, melainkan dicalonkan oleh PDI-P.
Selama Jokowi megang jabatan di Solo, pembangunan mal disana mandek, karena izin nggak dikeluarkan olehnya. Pernah ada 1 investor yang pengen bangun mal, tapi karena alasan tertentu, ya ditolak aja gitu.
Belum lagi paham beliau yang 'memanusiakan manusia', ini bikin gue salut. Saat harus memindahkan pedagang barang-barang bekas dari Taman Banjarsari (cmiiw) ke lokasi baru, Jokowi sampe harus mengadakan jamuan makan siang 54 kali sama pedagang-pedagang tersebut. Serta pemindahan pedagang itu dibikin seperti kirab, jadi mereka malah senang karena merasa dihargai, ga kaya di Jakarta yang pedagang kaki limanya ditendang-tendangin sama Satpol PP.
Mungkin pejabat lain akan membatin "kurang kerjaan amat, anggaran jamuan makan kan cuma untuk orang-orang penting". Nah, disini bedanya dan salutnya gue sama beliau, memanusiakan semua manusia benar-benar dijalani.
Gue pernah baca di sebuah forum, Jokowi pernah mengunjungi sebuah sekolah di Solo. Persiapan sekolah tersebut, udah pasti heboh dong, kedatangan walikota gitu lho.. Setelah beberapa saat, si pemberi testimoni yang kebetulan diminta jadi seksi dokumentasi ini nanya ke guru-guru, "kok Pak Jokowi belum datang-datang juga?", gurunya bilang, "udah dateng tadi, naik sepeda kesini nggak pake ajudan, memang hanya mampir aja". Keren yak?
Terus masalah mobil dinas juga gitu. Selama masa bertugasnya, beliau masih pake mobil dinas bekas walikota yang lama. Sampe-sampe beliau diprotes sama stafnya karena mobil tersebut beberapa kali mogok padahal Jokowi harus datang ke acara.

Segitu baiknya, pasti ada haters dooong..
Pernah gue baca sekilas, sinisme yang bilang Jokowi tenar hanya karena mempopulerkan Esemka, mobil yang dibuat anak-anak SMK Solo, yang kemudian beliau jadikan mobil dinasnya. Yang ngomong pasti nggak pernah baca berita.
Atau barusan nih, pas PDI-P preskon memajukan Jokowi jadi DKI 1, berbagai komentar pun keluar. Mulai dari kepentingan partai, dst dsb.
Yah, nggak usah kalian, Gubernur Jawa Tengah aja sempet maki-maki dese bilang "bodoh" segala, gara-gara, pembangunan mal yang sudah disetujuinya ditolak oleh Jokow. Batal dapet 'sangu', ya, pak? :D

Dimana-mana, Jokowi selalu menyatakan bahwa dia nggak mau jadi DKI 1 atau bahkan jadi walikota Solo pun, dia nggak mau ikutan lagi Pilkadanya. "Mau balik nukang", katanya. Jadi kalau tiba-tiba beliau mau dicalonkan, kenapa sih nggak ber-positif thinking aja? Toh, selama ini citra dia positif di mata masyarakat. Jangan menebak berapa banyak buah yang akan dihasilkan, kalo pohonnya aja belum ditanam. Ceile, keren juga analogi gue :p

Apakah gue mendukung Jokowi jadi DKI1? Ga tau juga ya, gue antara senang dan sedih, sih. Senang karena kalau Jakarta dipimpin sama orang yang lurus, mungkin bisa benar. Tapi sedih, karena Jakarta itu kejam, benar banget, ga sekedar pameo. Takut aja dengan citra dia yang positif nanti malah jadi kambing hitam di tengah carut marutnya Jakarta, antara dibego-begoin atau malah terjerumus ikutan bikin dosa.

Tapi untuk seseorang yang nggak pernah ngambil gaji selama masa jabatannya sebagai walikota Solo, dengan alasan, "uang saya masih cukup dari hasil usaha", boleh dong, berharap...

Oh iya, satu lagi, Jokowi ini pecinta musik cadas, rock n roll. Setau gue, rock n roll itu nggak pernah takut menyuarakan apapun. Yah, semoga..


sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

6 comments:

  1. nenglita saya setuju,
    yg perlu Anda ketahui lagi..
    di suatu daerah di dekat Solo, jaman dahulu ada seorang lurah yang memimpin dengan adil dan di cintai warganya..dan ternyata Lurah tersebut adalah ayahanda Bp. Jokowi..
    secara pendidikan dan karakter memimpin mungkin sudah beliau dapatkan sejak kecil :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, hebat! Like father like son.. :)

      Delete
  2. Topik loe berat banget, Lit.
    Beneran.
    Gw tuh merasa topik paling berat yang pernah kepikiran sama gw adalah....promo minyak goreng apa ya di SPM yang paling murah. Issh..sangat tidak berbobot sekali ya. Jangan malu ya punya temen gw.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu ngeledek ya, topik dimana ada minyak goreng promo itu buat gw lebih berat secara gue pemalas hunting promo di SPM :))

      Delete
  3. wah kali ni topik ny mb.lita manteb..
    Smoga ja pak jokowi kalo memang nti bner2 jd org no.1 d dki bner2 bs menjalankan amanah dgn baik y mb. Kya pas dy memajukan solo.. Jarang2 dah ad pemimpin yg bener2 berjiwa pemimpin gini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, topiknya doang kan yang manteb, isinya mah dangkal kok. Wong awam begini :))
      Amin, semoga siapapun yang mimpin nantinya, ya benar2 mementingkan rakyat daaan memanusiakan manusia, ini penting!

      Delete