Mana suaranyaaaa...??

Ini akibat barusan nonton Debat Calon Gubernur. Seinget gue Cagub ada 6, tapi kenapa yang nongol cuma 5 ya? Kemana itu satu lagi yang 'ahli' ngurusin Jakarta? *dudududu*

Hasil yang tadi gue tangkap, maaf nih, yang disini cuma simpati sama Jokowi (cuma karena pemberitaan positif seperti yang pernah gue posting sebelumnya)dan Faisal Basri (yang terakhir ini juga karena calon independen). Nah, berdasarkan pengamatan emak-emak amatiran analisa politik ini:

  • Faisal Basri kuat di riset dan setiap penjelasannya sangat komprehensif. Kekuatan riset bisa dilihat saat ia menjelaskan tentang pemanfaatan lagi rel kereta lingkar luar. Ia bisa menjelaskan berapa km lagi perlu diselesaikan supaya nyambung semua itu relnya mengelilingi Jakarta, butuh berapa lama dan kondisi rel tersebut. Good point!
  • Jokowi terlihat spontan dan kegambar banget bahwa ia orang lapangan. Misalnya waktu ia bilang, "Dikantor cukup 1 jam saja, sisanya saya akan terjun ke lapangan". Menurutnya, semua masalah bisa diselesaikan kalau dihadapi dengan pendekatan secara manusiawi. Amen for that, Pak!

Tapiii perlu diakui, tadi tuh Jokowi banyak banget kekurangannya. Salah satu yang tidak dimiliki dia adalah riset. Alibi yang paling mungkin adalah, "mencalonkan diri aja baru seminggu yang lalu, lah ya mana ada waktu untuk riset mendalam". Harusnya ini nggak jadi alasan sih, sayang banget hal ini bikin citranya jadi 'rusak'. Bener kan, belum-belum aja udah banyak banget mulut nyinyir tentang dia.
Eh seriusan, ini mah subyektif ya, gue memang mengagumi beliau kok. Tanpa dia maju jadi Cagub pun memang sudah kagum. Kalaupun ada yang nyinyirin dia, gw keselnya bukan karena pengaruh ke pencalonannya, tapi lebih ke citranya dia yang selama ini positif jadi tercoreng.

Oke, kembali ke topik.
Di twitter pun, setau gue yang ada di jejaring sosial cuma mereka berdua. Faisal Basri dengan @FaisalBiem -nya, akun pribadi gue ga tau. Sementara Jokowi dengan @Jokowi_Ahok, akun pribadi masing-masing adalah @Jokowi_do2 dan @Basuki_btp. Duile, gue hapal bener yak :))

Masalah yang mungkin timbul adalah, jika kedua cagub ini lolos putaran pertama, mereka berdua beririsan votersnya, yaitu kalangan menengah. Kalangan yang menginginkan perubahan ekstrim karena berkaitan dengan ekonomi, kalangan terpelajar dan melek informasi. Berapa banyak golongan ini di Jakarta? Banyak sih, tapi ketika harus berbagi, maka golongan yang diluar itu akan lebih banyak. Hal ini tentunya bakalan berat kalo yang ada di putaran kedua nantinya adalah Jokowi, Faisal dan... Foke! #tekdungces #jengjenggg...

Sekilas tadi lihat timeline orang-orang, ada beberapa politisi yang menyebutkan Jokowi, Faisal dan Basuki (Ahok- pasangan Jokowi) adalah orang jujur dan bersih. Tapi ada juga yang malah menjatuhkan pihak lain (maksud gue, kalo sesama figur yang bersih, ya sudahlah. Toh suara kita sama, kan? Kalo Foke mah, terserah, deh!). Apa menjatuhkan gitu bikin yang lo dukung jadi hebat?

Anyway, siapapun yang menang, ini pilihan rakyat lho. Mau golput, silakan. Tapi menurut gue pribadi, dengan menjadi golput alias nggak milih, lo berarti nggak berusaha melakukan sesuatu dong, ga usah untuk negara deh, untuk diri lo sendiri aja nggak? *ngumpet, tar ditimpukin sama sang pintar*. Kan sayang suaranya, mendingan dipake untuk memilih orang lain daripada suara lo masuk ke Foke, huawyoooo..?!

Jadi, yang masih punya harapan untuk Jakarta, mana suaranyaaaaa...??



sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

2 comments:

  1. saya mndoakan yg terbaik j buat jakarta..smga satu perstu malsah yg ada bsa trslsaikan..hehe

    ReplyDelete