10 Questions To: Ambarsari Wijaya, Special Mom For Special Child

Masih ingat cerita gue di post yang ini, di mana Langit bercerita bahwa dia punya teman yang bisa melihat lewat suara?

Seiring berjalannya waktu, gue mulai mengenal Echa yang lovable lagi sopan. Menurut gue, sosok yang berperan penting buat kepribadian atau kemajuan Echa, nggak lain adalah mamanya, Ambarsari Wijaya.

Mamak-mamak sekolahan. Ambar yang ke tiga dari kiri


Kemarin, gue kepikiran untuk menyarikan obrolan gue sama Ambar. Kenapa? Menurut gue, peran kita sebagai orangtua saja udah sulit, apalagi Ambar yang membesarkan anak yang special?

Sebelum ngobrol, gue cerita dulu ya, kondisi yang Echa alami ini disebutnya ROP (retinopathy of prematurity) alias kerusakan retin pada bayi premature. Saat itu, Ambar memang harus melahirkan Echa secara premature karena kondisi pre eclampsia yang ia alami.

Nah, di sini ceritanya dimulai. Echa yang dilahirkan secara premature, harus masuk ke NICU. Nah, saat dalam incubator, bayi Echa sering kehilangan nafas, sehingga pemberian oksigen harus ditambah volumenya. 

Rupanya, penambahan volume oksigen ini berdampak lain terhadap kondisi Echa.

Singkat cerita, sampai usia Echa 2 bulan, Ambar baru menyadari bahwa ada yang lain dari Echa. Ia minim respon. Akhirnya setelah melalui berbagai proses pengecekan, pas usia 3 bulan, Echa dioperasi matanya oleh Prof Nila Moeloek (yang menkes sekarang itu). Lalu mata kiri Echa diambil untuk dibawa ke lab penelitian apakah tumor atau ROP. Ternyata hasillnya memang ROP.

Gue dengernya kesel, lho. Kesel lah,Echa lahir dengan kondisi mata sempurna. Tapi apa mungkin karena pemberian oksigen berlebih sehingga menyebabkan Echa harus kehilangan penglihatannya L

Saat ini, Echa , menurut guru sekolah berkembang sangat pesat. Bagi saya, hal ini BUKAN SEMATA KARENA SEKOLAH, tapi juga sosok Ambar yang setau saya dedikasinya sangat tinggi untuk kemajuan Echa.

---
Mbar, apa pertimbangan saat memilih sekolah untuk Echa, maksudnya kenapa bukan ke sekolah khusus?

Alasannya karena supaya Echa bisa berbaur dengan orang-orang normal jadi komunikasi berjalan baik dan membangun kepercayaan dirinya jika bergaul dengaan orang normal. Kalo di sekolah khusus otomatis komunikasi Echa hanya dengan orang-orang yang sama dengan dia, sehingga tidak berkembang dan bisa jadi menimbulkan ketidakpercayaan dirinya jika suatu saat bertemu dengan orang normal..

Terus gimana perkembangan Echa mengikuti sekolah? Metode yang diterapkan seperti apa, bagaimana cara belajarnya?

Alhamdulillah Echa bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya dengan baik, metode belajarnya Echa menggunakan alat rekam untuk merekam pelajaran, kalo ada latihan soal tanya jawab di sekolah, Echa menggunakan metode lisan, ujianpun dia lisan


Berarti lo menginvestasikan cukup banyak waktu untuk mendampingi Echa. Bagaimana pembagian waktu sama adiknya?

Untuk pembagian waktu mmm...sepertinya nggak ada, maksudnya sama aja antara Echa dan adiknya. Selalu mendapatkan waktu yang sama dari gue dalam hal apapun... Selalu saya rangkul bareng-bareng..tanpa ada perbedaan..

Echa pernah bertanya mengenai kondisinya nggak, sih? Lalu bagaimana menjelaskannya?

Iya. Echa pernah bertanya kenapa dengan matanya, kenapa yang dia lihat semua gelap, kenapa dia tidak bisa melihat wajah mamanya..

Pelan-pelan gue jelaskan soal matanya dari awal hingga akhir..Alhamdulillah Echa mengerti dan yang selalu dia ingat adalah "manusia itu tidak ada yang sempurna"

Nah, kalo gue nih, salut waktu elo ngelepas Echa ikut Jambore tanpa orangtua. Apa pertimbangan lo waktu itu?

Hhmm..antara berani dan takut sih sebenernya melepas Echa ikut jambore hihihi.. tapi karena anaknya semangat jadi gue ikutan semangat, dan saya pikir juga supaya Echa bisa blajar mandiri dan mengenal dunia luar jadi gak melulu mall hehe..tapi alhamdulillah Echa senang dan mau ikut jambore lagi hihihi

Echa, Langit dan teman-teman waktu Jambore :)

Membesarkan anak adalah hal yang sulit. Apalagi anak yang spesial. Bagaimana Ambar menjalaninya?

Mmm..menjalaninya dengan penuh perjuangan pastinya karena memperkenalkan sesuatu untuk tuna netra itu tidak mudah..jadi harus pelan-pelan dan belajar mengenal lingkungan rumah yang pasti supaya Echa hapal letak lokasi rumahnya sendiri jadi sekarang sudah bisa ke dapur sendiri, ke kamar mandi sendiri, ke kamar tidur sendiri..mengenal buah-buahan dengan indra penciumannya, mengenal alat-alat makan, mengajarinya makan sendiri hmmm yaahh pokoknya mengajari Echa itu butuh perjuangan dan yang pasti seruu karena kitanya juga ikutan belajar juga..😊

See, I told you, salut banget sama Ambar, kan? Alih-alih mengeluh, Ambar malah memandang dari sisi positifnya :)

Pernah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan?

Alhamdulillah tidak pernah mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan..semuanya sayang Echa sepertinya...Alhamdulillah...dan semoga selamanya..

Saya yakin, sedih sudah berlalu dari benak Ambar. Tapi ada nggak sih kejadian yang bikin hati rasanya 'nyesss' gitu?

Hhmm yang bikin nyesss itu waktu nyerahin Echa kecilku yang usia 3 bulan ke dokter yang mau ngoperasi mata Echa..hmm sampai sekarang masih belum bisa lupa, saya nangis dan jongkok depan pintu ruang operasi..😥 dan dokter ngasi liat bola mata Echa ke saya..hhhh..makin miriiss dan mau pingsan rasanya..tapi gue harus kuat demi Echa..HARUS..!

Sebagai bahan pelajaran untuk ibu lain yang mungkin memiliki anak spesial, pola asuh seperti apa yang Ambar terapkan ke Echa? Beda nggak ke adiknya?



Untuk pola asuh tidak ada yang saya beda-bedakan..kakak dan adik mendapat perlakuan yang sama..dan yang terpenting adiknya harus dikasih penjelasan soal kondisi kakaknya dan harus tetap bersikap baik, sayang, hormat dan peduli sama kakaknya..

Ambar kasih kiat atau sedikit nasihat buat orangtua-orangtua lain yang mungkin memiliki pengalaman yang sama dengan kamu dong.

Hhmm kiat apaa yaa hehe...yang penting sabar, tulus dan ikhlas, karena mereka terlahir seperti itu bukan kehendak mereka, tetap sayangi mereka tanpa membeda-bedakan antara kakak atau adiknya...karena mereka butuh perlakuan yang adil..anak adalah titipan dan jembatan kita menuju surga-NYA jadi sayangi mereka apapun keadaan mereka..😊
------
Duh, mbrebes mili gue..

Ambar juga manambahkan bahwa walaupun saat ini ia udah dalam kondisi menerima keadaan, tapi Ambar juga nggak berhenti belajar. Saat ini Echa ikut les komputer sama Ramaditya Adikara seorang motivator yang kondisinya sama dengan Echa.


Kalo hanya baca jawaban-jawaban di atas mungkin masih ada yang anggap jawabannya Ambar sangat ideal. Tapi kalo ketemu langsung sama Ambar dan ngobrol sama dia, gue rasa kalian baru akan ngerti kenapa gue bilang special mom for special child. Because she is, indeed, special J

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

10 comments:

  1. Langsung nyesss bacanya, mba Lita....... engga ada yang bisa dikomen, selain... luar biasa mba Ambar... Salam hormat saya buat mba Ambar...

    ReplyDelete
  2. Tulisan ini jadi berkat luar biasa buat gue..thanks Lita. Salam kenal buat Ambar, ibu yang tidak HEBAT atau SUPER tetapi ibu yang SUNGGUH LUAR BIASA HEBAT...ijin share ya jeng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi jjuga Feeb udah mampir dan share :)

      Delete
  3. Hebat banget, anak dan ibunya sama-sama hebat.
    Beneran special mom for special child.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beneeer.. Ibu sama anak sama2 hebat yaa...

      Delete
  4. SALUT!
    *nangis di pojokan*

    thanks for sharing mbakLit :')

    ReplyDelete