Selalu Ada Pelajaran

"Bu temanku ada yang melihat pakai suara, lho! Ada juga yang melihat pakai gerakan.."

Kata Langit sepulang sekolah. Kemarin adalah hari pertama dia sekolah SD. Sekolah yang mana yang akhirnya terpilih? Yak, persis seperti blogpost beberapa waktu lalu, sekolah sederhana yang memenangkan hati Langit (plus ibu bapaknya).

Kalau gue nggak ikut nganter dan curi dengar di acara penyambutan murid baru kemarin, mungkin gue ga tau maksud Langit. Untung sempat curi dengar sama beberapa ibu-ibu lain, jadi kami paham maksud anak-anak ini apa. Btw, acara penyambutan ini dilakukan sambil duduk lesehan di aula dan nyampur angkatan. Jadi nggak ada tuh duduk per kelas atau angkatan :)

Sekolah ini menerima murid-murid spesial. Bukan hanya yang autism, tapi juga spesial secara fisik. Jujur, gue kaget pas tau ada murid yang spesial fisiknya. Kaget, salut, bangga, terharu, campur aduk jadi satu..



"Emang bisa ya, lihat pakai suara?", gue ngetes Langit.
"Bisa, bu! Kan suara itu macam-macam, kalo meow itu kucing. Ga lihat juga bisa tau kan kalo ada kucing..", kata Langit semangat sementara gue manggut-manggut, kenapa juga contohnya kucing, ya? 😐😐

Selain itu, di sekolah ini kakak-kakak kelas wajib mengantar adik-adiknya masuk kelas. Gue kira hanya di hari pertama, ternyata tadi pagi yang hari ke dua, Langit disambut sama Bu Guru satu orang untuk memastikan siapa aja yang udah datang. Setelah itu anak-anak diserahkan ke kakak kelas untuk diantar ke kegiatan di dalam sekolah.

Gue seneng banget sama sistem ini (sejauh ini). Menurut gue mengajarkan anak (yang lebih besar) untuk bertanggungjawab dan menyayangi yang lebih kecil. Selain itu kakak-kakak ini dilatih untuk bersikap dewasa danbantu guru juga kan, ya. Sementara untuk anak yang lebih kecil, terutama Langit yang pengin punya kakak, mungkin kaya dream comes true, ya? Punya kakak yang anterin dan jagain dia, terus bisa juga dijadiin role model, yang mana kalau yang terakhir ini si anak yang besar juga 'dituntut' untuk berprilaku positif karena jadi contoh langsung untuk adik (kelas)-nya. Kalau kata Ira (salah satu ortu murid), sistem ini seperti Kakak Asuh yang ada di Akmil. Si kakak ini juga sekaligus sebagai 'pelindung' adiknya dari kasus bullying.

Ya, semoga saja..

Hari pertama aja udah ada hal yang superbesar yang Langit (dan gue!) pelajari.
Jadi nggak sabar, kejutan apa lagi yang akan datang buat kami dari sekolah ini di hari-hari esok :)

Btw, kemarin para ortu juga udah kena 'ditegur' sama kepsek, lho. Gara-gara peletakan sepatu yang tidak di tempatnya. Tersinggung? Ih gue mah nggak, malah menghargai sikap bu kepsek yang tegas. Soalnya kadang kan, ortu murid suka 'ngegampangin' peraturan yang udah ada di sekolah. Sementara sekolah berusaha untuk 'ngajari' anak kita jadi manusia yang lebih baik, masa ortu malah merusaknya? :D

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

4 comments:

  1. Gw kayaknya juga ngincer Al Fajri buat SD Athia, Lit.
    Islami, deket rumah, metode pendidikan juga sesuai dengan keinginan gw. Untuk SD, gw emang gak fokusin ke prestasi akademik sih. Gw cari sekolah yang bener-bener membangun pondasi anak ke depannya. Gak cuma kreatif tapi juga membangun karakter.
    Jiaaah....gw udah sok pengamat gitu ye ngomongnya. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin!
      Haha, kakak gue aja naksir berat sama sekolah ini, Ndah :)

      Dan banyak yg rumahnya jauuuh ternyata macam di Pulomas!

      Delete
  2. Wah senengnya ada brita2 kayak gini. Bikin faith ngga hilang kalo masih banyak orang yg baik dan sungguh2 ingin mendidik anak2. Semoga Langit betah ya di sekolahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, iya, gue terharu banget sama sekolah ini. Mungkin secara biaya ga jauh beda dengan sekolah lain yang lebih mentereng, tapi pelajaran kehidupannya lebih dalem (mudah2an ya..)

      Delete