Tentang Usia

Kabar meninggalnya nenek gue bukan hal yang mengejutkan. Sudah 14 tahun beliau sakit. Tapi tentu, berpulangnya seseorang, kehilangan anggota keluarga tetap membawa cerita sedih dalam diri semua manusia.

Tahun 1998, persis setelah kerusuhan Mei 98, nenek gue stroke. Hasil 'undian' (baca: rembukan) perawatan sehari-hari nenek akan dilakukan oleh nyokap gue.

Di awal, nenek gue masih bisa jalan walau tertatih, masih bisa bicara walau kadang pikun, masih bisa bilang mau BAB/ BAK walau sesekali kelepasan. Kami sekeluarga, khususnya nyokap (she has such a BIG heart) tetap mengurusnya.

Tahun demi tahun dilewati, dari terasa berat, hingga akhirnya terbiasa. Sabar dan ikhlas, itu selalu yang dikatakan nyokap. Sementara bokap, dibalik kecuekannya, "ini kesempatan papa membalas budi pada ibu". Ya, nenek dari pihak bokap, gue bahkan ga sempat mengenalnya.

Kondisi nenek terus menurun seiring usianya yang menua. Hingga ia ga bisa lagi jalan, hingga kami ga lagi mengerti bicaranya, hingga ia kembali memakai pospak seperti anak-anak kami.

Sering gue atau kakak gue protes, kenapa yang urus full hanya nyokap? Padahal nyokap juga ingin mengunjungi cucunya setiap hari, ikut jalan-jalan berlibur sesekali. Nyokap ga bisa, karena nenek sudah demikian tergantung padanya. Sabar dan ikhlas, itu selalu yang nyokap katakan.

Rabu dinihari, beliau kritis. Semua anak cucu berkumpul di Condet. Gue, yang malam itu langsung tertidur, ketinggalan berita. Baru tau pas subuh. Esok harinya langsung menuju ke Condet.

Kondisinya ga kunjung membaik. Beberapa orang bilang, "mudah-mudahan yang terbaik, karena kalau begini selain kasihan, juga capek.." Langsung disanggah sama nyokap, "aku nggak. Insyaallah aku ikhlas, ga ngerasain capeknya". Ah, mama, betapa mulia dan super hero-nya mamaku..

Minggu malam nyokap sempat bbm kondisi nenek yang semakin menurun, sudah nggak sadar dan terus gelisah. Gue pikir, Senin pulang kerja deh, mampir ke Condet.

Tapi takdir berkata lain. Baru aja lagi nge-draft senangnya anniversary gue yang ke-5 sama Igun, kakak gue nelp, "ta, ke Condet ya, sekarang". Linglung, gue matiin laptop, beberes dan baru sadar, apa maksudnya nenek meninggal?

Ternyata iya. She's gone. She's going to heaven :)

Terkadang usia terasa begitu sebentar sampai kita lupa untuk mengucapkan atau melakukan hal baik atau berlaku baik terhadap sesama.

Tapi yang terjadi, nenek gue hidup cukup lama. Entah memang jalan Allah, atau memang ia memberikan kesempatan kepada anak-anaknya, cucunya melakukan hal baik untuknya? Wallahualam.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

8 comments:

  1. innalillahi wa inna ilaihi rojiun... turut berduka cita ya mak.. semoga nenek mendapatkan tempat terindah disisi Allah SWT dan dilapangkan kuburnya.

    Semoga nyokap lo semakin di beri kesabaran dan ketabahan.. salut banget sama nyokap lo :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih ya, mak *hugs*

      Amin-amin, atas doanya..

      Delete
  2. innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
    turut berduka Lita, baca tentang mamanya bikin mewek.... "aku enggak...." semoga aku bisa kaya mamanya Lita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, terimakasih doanya.
      Iya, menyaksikan nyokap merawat dengan penuh keihlasan, bikin buka mata, i want to be like her, yang ikhlas dan sabar merawat orang yang dikasihi.. :')

      Delete
  3. innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. turut berduka cita ya mbak Lita..
    smoga nenek mendapat tempat terbaik disisi Nya..
    dan smoga keluarga yang ditinggalkan khusunya ibu nya mbak lita diberi kesabaran dan ketabahan.

    ngefans sama ibuk nya mbak lita eh.. Salam buat ibu ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin, terimakasih doanya ya, Ilmi :)

      Kita semua pasti ngefans sama ibu kita :D

      Delete
  4. Turut berdukacita ya mbak lita...
    Jadi ingat sama mertua mbak, dia stroke sekian lama dan dirawat sama kakak ipar...

    ReplyDelete