Gangguan Kecil

Walaupun sudah menikah, tapi pasti dalam setiap kehidupan pernikahan ada yang namanya gangguan atau godaan. Baik dari pihak suami atau istri. Hah, istri? Yakin? Bukannya godaan biasanya justru di laki-laki?

Kan, ada istilah yang bilang kalau pria itu seperti wine, makin tua makin bagus :D

Nah, sekarang nih, semua perempuan punya smart phone dalam genggaman. Berhubungan dengan internet, bukan lagi privilege mereka yang kantoran atau bisnis, tapi semua!
Jejaring sosial pun, kebanyakan perempuan yang aktif. Disini nih, ketemu mantan pacar, kenalan baru, sosok idola, gebetan jaman sekolah, dst dsb.

gambar dari sini

Sehingga gangguan itu semakin memungkin...

#dari mantan yang gagal move on
"Si xxx (menyebutkan nama mantan dengan durasi pacaran terlama) minta pin BB lo, gimana?"

"Lo pake nanya sama gue? Jangan dikasih!"

*biar kata udah nggak ada rasa, tapi sebaiknya dihindari. CLBK hanya berlaku untuk anak-anak SMA :p

#dari rekan kerja
"Mau balik bareng ga?"

"Mau dong!" (motif bukan kecentilan, tapi demi penghematan)

"Tapi temenin gue makan dulu, ya, sebentaaaar aja"

*ini sih, nggak apa-apa, siapa tau ditraktir makan. Kan enak, ongkos gratis dan bonus dapat makan :))

#dari kenalan baru
"Nanti malam ketemuan, yuk"

"Gue nggak bisa. Udah gue kasih tau kan, ya, gue udah punya anak?"

"Oh, terus status lo sekarang berarti apa?"

"Status apa?"

"Suami, masih ada?"

"Alhamdulillah, masih ada.."

"Oh ok, ya udah ntar malam jadi, ya, di cafe xxx.."


*-___-

#dari mantan 'friends with benefit' aka HTS aka TTM aka EEP mungkin? :p
"Eh, kamu apa kabar? Kemana aja?"

"Oh, gue baik-baik aja.."

"Kamu lagi dimana?"

"Gue lagi dikantor, nih"

"Kamu udah nonton film X belum?"

"Belum lah, mana sempet! Gue sekarang balik kantor kan langsung balik, kasihan anak gue"

"Nonton yuk! Sekali-kali nggak apa-apa kali.."

*perhatikan penggunaan kata kamu dan gue :D

Tersanjung? Ya pasti.
Tapi demi menjaga kewarasan kita bersama, lebih baik hindari kali ya.

Ga mau bicara gender, tapi terpaksa. Ingat kenapa anak-anak KD tinggal sama Anang? Anaknya Reza sama Adjie? Yak, disinyalir perceraian mereka karena perselingkuhan yang dilakukan oleh pihak istri.

Secara hukum dan berdasarkan banyak yurisprudensi memang anak di bawah umur harus ikut atau dalam pengasuhan ibunya namun ketentuan tersebut secara mutlak tidak dapat menjadi ukuran hakim dalam pertimbangannya. Hakim pada umumnya akan mempertimbangkan tentang kelakuan dan tabiat dari si Ibu, kedekatan psikologis Ibu dan si anak, kemampuan financial si Ibu dan jika di Pengadilan Agama, tentunya hakim harus mempertimbangkan ahlak dan aqidah dari si Ibu. Jika ternyata si Ibu dianggap tidak memenuhi kriteria di atas maka hak asuh dapat jatuh ke tangan bapak- dari sini
Istri yang berselingkuh bisa menjadi pertimbangan akhlaq/ akidah atau tabiat buruk si ibu :(

Soooooo,
Daripada bela-belain mendapatkan getar-getar cinta *halah* atau percikan-percikan kebahagian didalam hati atau desiran dalam dada (ini bahasa gue apaan sik), tapi mempertaruhkan risiko macam diatas, yuk dadah babay!




Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

4 comments:

  1. nice posting lit.. reminder buat kita para cewe yg biasanya lebih sering galau.. kita??? lo kaliii ke.. *toyorkepalasendiri :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. LOL! Semua cewe kaliiii, aku mau ngaku kok :))

      Delete
  2. setujuhhhh!! say bye bye untuk semua lelaki yang tahu kita udah bersuami tapi masih aja ngebet pengen berduaan ma kita...sapa maen api dia yang terbakar halah... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haduuh jangan sampe kebakar ya boook *bergidik*

      Delete