Mama, I've Just Killed a Man..

Belakangan ini berita pembunuhan banyak banget. Nggak belakangan banget sih. Ya kaya beberapa tahun ini kali ya.

Anak bunuh bapak..
Cucu bunuh kakek..
Ibu bunuh anak..
Paman bunuh keponakan..
Dst dsb..

Alasan pembunuhan ini juga kadang sepele menurut ukuran orang lain. Misalnya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh seorang ABG di Bogor terhadap teman sekelasnya karena si teman ini kerap bully dia. Ofkors, bagi ABG tindak bully ini merupakan hal yang menurunkan harga dirinya. Tapi jujur gue pribadi nggak nyangka bisa sampe membuat seseorang menghilangkan nyawa orang lain.

Cerita lainnya yang gue inget banget adalah seorang cucu yang bunuh nenek karena minta uang tapi nggak dikasih. Atau ada seorang bapak yang buang bayinya ke sungai karena berantem sama istrinya. Men, apa yang ada di otak lo?

Kalo contoh di atas adalah akibat emosi, gelap mata yang mungkin bisa terjadi pada siapa aja *amit amit, harus sering istighfar kalo lagi emosi*. Banyak juga cerita kasus pembunuhan yang pelakunya disuruh oleh orang lain entah dengan iming-iming apa.

Misalnya di kasus yang baru aja kejadian di Kalibata City. Kan terungkap bahwa pelaku pembunuhan ternyata orang suruhan dan salah satunya yang diketahui adalah sopir.

Skenario yang ada di otak gue, berarti si sopir ditawari untung ikut melakukan aksi kejahatan. Berarti dia tau kan ya apa yang akan dilalukan? Oke lah misalnya dia BUKAN berperan sebagai eksekutor, tetap aja dia tau yang akan dilakukan olehnya dan teman-temannya itu menghilangkan nyawa orang lain. Menghabisi kehidupan orang lain.  Merampas hak hidup orang. Oh my, nulisnya aja gue udah gemeteran.

Apa yang ada di otak mereka ketika melakukan itu ya? Apa yang ada di benak mereka kalo lihat sasaran mereka meregang nyawa akibat tindakan mereka? Apa nggak kebayang muka keluarga? Apa nggak kebayang muka orangtuanya yang pas mereka lahir mengiringinya dengan doa? Apa mereka cuma bayangin imbalan yang mereka terima setelah aksinya? Kalo emang atas nama harta, apa mereka nggak mikir bahwa duit yang mereka pakai untuk keluarganya itu asalnya dari darah orang? Anak mereka sekolah pake uang yang notabene dari darah orang? Huff...

Gue serius amat ya.
Tapi beneran deh, gue nggak habis pikir dengan mereka yang melakukan tindak penghilangan nyawa secara sadar..

Naudzubillahimindzalik.
Mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal semacam itu..

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

2 comments:

  1. Naudzubillahimindzalik.
    Serem emang ngelihat berita tentang hilang-menghilangkan nyawa ini Mba Lita.
    Semoga kita semua diberikan keselamatan dan selalu diberikan akal sehat Mba.

    ReplyDelete