We're Cool..

Rite?
Haha..

Tadi lagi nyetir, tiba-tiba lagu Gwen Stefany yang judulnya Cool diputar. I was like, "eh, gue banget nih!".
Ciyeee...
Sebenarnya pertama memang karena gue ngefans sih, sama Gwen. Gimana nggak, perempuan ini ekstra keren! Udah mamak-mamak, tapi gayanya masih cihuy dan super keren. Udah gitu, dia menyusui! Jadi siapa bilang, rock n roll mommy memandang enteng urusan menyusui? Haha..

Kedua, gue selalu menganggap para mantan *wuhuk* atau mereka yang pernah ada di hati *ceilee* sebagai aset. Lah? Nggak, maksudnya nggak jadi ke pelaminan bukan akhir dunia kan? Bukan jadi musuhan kan? Kalau nggak ketemu sama mereka dulu, mungkin gue nggak akan seperti ini. Banyak banget pelajaran yang bisa gue ambil from each of them (pelajaran biologi termasuk nggak? -dikeplak).
Kalau kata Padi mah, "tetaplah menjadi bintang di langit..." Kan langit lebih indah kalau bintangnya banyak, bukaaan? *jadi maksud lo, hidup lebih indah kalo mantannya banyak, Lit?*

Anyway, balik lagi ke lagu Cool, ini lirik lagunya, silakan diresapi:

It's hard to remember how it felt before
Now I found the love of my life...
Passes things get more comfortable
Everything is going right

And after all the obstacles
It's good to see you now with someone else
And it's such a miracle that you and me are still good friends
After all that we've been through
I know we're cool

We used to think it was impossible
Now you call me by my new last name
Memories seem like so long ago
Time always kills the pain

Remember Harbor Boulevard
The dreaming days where the mess was made
Look how all the kids have grown
We have changed but we're still the same
After all that we've been through
I know we're cool 

And I'll be happy for you
If you can be happy for me
Circles and triangles, and now we're hangin' out with your new girlfriend
So far from where we've been
I know we're cool


Lagu ini sebenarnya diilhami oleh kisah cintanya Gwen sendiri dengan rekan seband, Tony Kanal. Pacaran mereka kayanya cukup serius, dan pas mereka putus banyak yang menyayangkan sekaligus spekulasi bahwa either Gwen atau Tony akan cabut dari No Doubt. Ternyata eh ternyata, mereka baik-baik saja tuh!

Bener banget salah satu kalimat lagu di atas, "time always kills the pain". Seiring berjalannya waktu, biasanya seseorang akan lebih mudah menerima sakit hati. Entah itu lewat pacaran dengan orang lain (rebound,gue sih nggak melakukan ini yaaa..), simply forgetting, atau malah ada yang berusaha berhubungan baik. Durasi berdamai dengan rasa sakit hati juga beragam. Ada yang 1-2 hari sembuh, ada yang sampe tahunan. In my defense, rugi kalau sampe tahunan. You're not getting any younger.

Lalu, bagaimana kondisi kehidupan gue dengan para mantan?
Alhamdulillah sejauh ini gue berhubungan baik dengan sekitar 3/4 dari mereka. Sisanya ada yang hilang tanpa jejak atau ada yang memang gue menghindar (bok, psycho!). Nah, nggak ada alasan karena gue sakit hati, tho? Sakit hati kok dipelihara, kambing noh, bisa gede :p

Dengan mereka yang berhubungan baik, gue sangat bersyukur. Kebetulan gue memang banyak berteman dengan laki-laki, jadi kan sahabat gue lebih banyak. Batasan kedekatan, tentu harus ada, ya. Hello, eike udah mamak-mamak, bini orang! Pasti ada perbedaan signifikan antara yang dari dulu sahabat atau dengan yang akhirnya jadi sahabat, hehe. Contoh yang paling nyata, curhat mengenai masalah rumah tangga. Banyak artikel-artikel perempuan yang mengatakan curhat mengenai rumah tangga ga boleh dilakukan ke sahabat lawan jenis. Yah, kalo pernah atau ada di posisi gue, justru salah satu sahabat laki-laki gue sejak SMA adalah 'tempat sampah' gue tentang apapun, dan sebaliknya. Kami terbuka banget satu sama lain. Menurutnya, curhat sama gue bisa ngerti permasalahan dari sudut pandang sang istri, dan gue pun begitu. Perlu diketahui, persahabatan kami sejak SMA sih, jadi kayanya udah nggak kepikiran saling macam-macam *knock-knock on the wood*

Nah sementara dengan mantan. Alhamdulillah sejauh ini belum ada hal-hal yang membahayakan. Malahan gue senang karena kadang-kadang kami malah menertawakan kebodohan masa lalu, (insyaallah) tanpa ada tendensi apa-apa. Cerita-cerita mengenai kegiatan saat ini, atau hanya sekedar ngobrol. Tentu kita pernah mencintai atau minimal menyayangi seseorang karena sebuah alasan, kan? Entah itu karena menyukai lagu yang sama, selera fashion (err, kok ini?), memiliki banyak sahabat yang berasal dari lingkaran yang sama, atau simply seneng aja ngobrol sama dia. Haromkah? :D
IMHO, nggak sama sekali. Asal sama-sama tau batasan masing-masing.
Bagaimana dengan suami? Suami gue pernah berkata, "nggak baik tau memutus tali silaturahmi" ajiye banget sih, kamu, suami! Tapi tentu gue berharap dia tidak melakukan lewat dari batas seharusnya. Dan gue yakin dia tau bahwa gue nggak akan macam-macam juga. Amin.

Mengenang masa lalu? Yah, ini beda lagi, nanti gue bahas lain kali deh.
Tapi sedikit highlight, bagi yang memang lemah hatinya, mendingan menjauhi kegiatan ini :p

Anyway, untuk mereka yang pernah ada di hati, we're cool, rite? Rite-laaaah, enjoy the song!



*poles lipen merah ala Gwen*



Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

2 comments: