Galau tu de meks!*

Agak lupa istilah yang sering digunakan jaman gue muda apa, ya, untuk mengungkapkan kata galau? Risau? Resah? Gundah? Kok ga ada yang pas? Hihihi..

Untuk yang berhubungan dengan pikiran, galau definisinya adalah kacau tidak karuan. Kata ini rasanya udah lama bener nggak gue dengar digunakan dalam bahasa sehari-hari. Tapi beberapa bulan (tahun?) Belakangan ini, makin sering digunakan, kebanyakan oleh anak-anak muda yang lagi bingung atau nggak jelas perasaannya perkara cinta *uhuy*

Entah siapa yang mempopulerkannya pertama kali kembali, gue lupa juga, sih. Kata galau kemudian jadi akrab untuk digunakan sehari-hari. Bingung mau resign dari pekerjaan saat ini, galau. Kangen sama pacar atau pasangan, galau. Mau putusin pacar, galau. Kecengan ternyata nggak naksir, galau. Dengerin tembang kenangan dengan mantan, galau. Pokoknya, semua serba galau!

Satu sisi, ada bagusnya sih, jadi mengenal kata bahasa Indonesia yang udah jarang digunakan. Tapi di sisi lain, penggunaannya acap kali jadi tidak tepat. Seperti yang udah gue bilang di atas, galau hubungannya dengan pikiran, sementara yang sering dipake saat ini lebih ke perasaan.

Ah, lagian kenapa jadi serius amat, sih, ngomongin bahasa, hihi. Nulis aja masih sering salah atau typo :))

Balik lagi ke galau (atau apalah perasaan yang mirip dengan kata ini). Kalau dulu jaman muda, mah, hal kecil juga bisa jadi bibit galau. Kecengan ga respon sms, pacar ga ada kabar, mantan ngajakin balik, atau mutusin pacar, pasti bisa dengan mudah bikin galau.

Seiring berjalannya waktu, kayanya udah ga ada tempat untuk galau lagi deh, di hati gue *ceileeee-toyor*.

Kalo happy, jalani. Nggak happy, ya jangan.
Kalo masih bisa diasikin, jalani. Kalau udah nggak bisa asik lagi, ya nggak usah.
Simple aja sih.

#kalokataguenih

Hidup cuma sekali, sayang banget kalau segala hal harus dibikin bingung (resah? Gundah? Ah, ya, galau itu lah!). Jalanin aja dulu. Nikmati. Kalau nggak bisa, ya cari jalan lain yang bikin happy, yang bisa dinikmati.

Tuhan sayang kok, sama umat-Nya. Masa iya nggak akan dikasih bahagia? Masa iya, dikasihnya galau melulu? Haha.

Lagian, bahagia kan kita yang menentukan. Kita yang punya. Jadi, mo bahagia menikmati hidup apa mau galau?

Its all up to you!


*dibaca: galau to the max!

sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment