Tentang 6 Buku

Hari Rabu gue cek agenda sekolah Langit, di sana ada catatan untuk orangtua di hari Jumat anak bawa 6 buku tulis untuk: Jurnal, Kamus, Rangkuman, Kosakata, Latihan dan Ulangan Campuran.

Gue tanya Langit, ini buat apa, karena tulisannya dia di buku agenda gitu doang. Dia bilang, "ya buat itu bu, rangkuman, jurnal, ...". Duh, kok nggak menyelesaikan rasa penasaran.

Sebagai momzilla #not, emang kepo aja. Gue pengin tau dong, buat apaan sih? Supaya juga nggak salah siapin buku tulisnya.



Besok paginya gue mampir ke ruang guru dan nanya ke bu gurunya. Ternyata ini:
  • Jurnal
Buku ini mirip diary. Jadi tiap hari anak ditugaskan menulis apa yang dia alami dan bagaimana perasaannya. Ada kejadian yang menyedihkan, bikin senang atau yang mau di-highlight ga? Bebas!
Untuk catatan harian kegiatan, anak-anak punya buku tulis yang dijadikan agenda. Jadi gue pulang kerja tinggal buka buku agendanya dan lihat urutan mereka ngapain aja. Bedanya nanti sama Jurnal, di agenda sifatnya teknis. Hanya poin-poin sementara Jurnal, ya mirip diary.
Me likey! Sebagai orang yang punya buku diary sejak SD, gue pengin anak gue juga bisa menulis dong. Apalagi buat gue yang hidupnya dari nulis, nulis adalah life skill yang harus dimiliki oleh semua orang. Setujuuu?

  • Rangkuman
Ini mirip dengan jurnal, tapi dibikinnya seminggu sekali. Jadi anak merangkum kegiatannya selama seminggu dalam 1 tulisan.
 Nah yang ini juga gue suka. Menurut gue ini cocok buat latihan otak anak supaya bisa berpikir kronologis.

  • Kosakata
Di buku ini anak menulis setiap kata yang dia tau alphabetically. Jadi dari huruf A misalnya apel, ayam, anjing, anoa, asem, asin, dan seterusnya.
Kenapa ribet amat pake ginian? Menurut pihak sekolah supaya anak makin kaya kosakatanya. Disadari tiap anak kosakatanya kan berbeda, mungkin si A tau arti dari pengejawantahan sementara si B nggak *ya kalo contohnya kalimat itu emang agak jarang ya anak kelas 1 SD tau, hahaha*.

  • Kamus
Di buku ini anak menulis pengertian dari kata-kata yang dia tulis di buku Kosakata SESUAI DENGAN YANG DIA TAU. Bukan pengertian kata Bu Guru, orangtua atau teman. Jadi anak ga hanya tau sebuah kata, tapi juga paham sama konsepnya.
 Ini gue suka banget. Secara Langit tipe anak yang bertanya setiap kata yang dia dengar itu artinya apa. Dengan adanya sistem ini, mungkin dia jadi lebih kaya kosakatanya dan paham konsep plus makna sebuah kata.

  • Latihan dan Ulangan Campuran
Ini standar sih. Bukunya dipake untuk latihan soal dan ulangan. Secara di sekolah anak gue ga ada buku wajib, jadi dari buku-buku inilah mereka nantinya akan belajar.

So far, gue ga ada komplen sama sekolah ini. Makin hari malah makin cinta.

Bahkan tadi pagi gue dapet kejutan. Kan gue anter Langit sampe aula karena tasnya berat banget ketambahan 6 buku ini, plus bawa pianika dan baju pramuka. Pas dikit lagi sampe aula, gue dideketin sama salah satu anak berkebutuhan khusus, kemudian dia langsung mengusapkan tangannya di bibir gue (kebetulan pagi tadi pake warna fuchsia -informasi penting) terus dia langsung ngeloyor. Kaget, tapi gue tau dia special needs. Jadi ya gue biasa aja, terus jalan. Ga lama guru kelasnya dan si anak menghampiri, "Sorry tante..", katanya sambil cium tangan. Aku terharu.

Setelah dijelaskan Bu Guru, rupanya si anak ini bukan sekali melakukan hal tersebut. Kalau ada yang lipstik warna cerah dia pasti mau menghapus.. ah, anak-anak :)

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

8 comments:

  1. mbaa ak terharu baca cerita akhirnya :') langit di sekolah yg tepat sepertinyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiiin.. semoga ya, PR kalo salah pilih bayar UP-nya :)))

      Delete
  2. Mbak..aku suka konsep sekolahnya langit.. menanamkan rasa suka menulis sejak dini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku puuun.. mudah2an aja Langit lebih jago nulisnya, hahaha.. amin!

      Delete
  3. Kereeeen konsep sekolahnya. Sukak banget. :D

    ReplyDelete