Mendulang Inspirasi

Minggu lalu gue ikutan lagi Kelas Inspirasi, kebagian di SDN Kenari 11. Apa sih Kelas Inspirasi? Singkatnya, ini adalah hari di mana kita para profesional (pekerja maksudnya) menyisihkan waktu untuk anak-anak SD dan memberikan sekelumit kisah tentang profesi kita masing-masing.

Diharapkan, dari kedatangan para profesional ini bisa memberikan inspirasi bagi anak-anak, kalau gue lihat, khususnya di bagian cita-cita.

Seperti yang kita tau, cita-cita anak kadang general banget; dokter, guru, polisi, dst. Ya nggak ada yang salah dong dengan hal ini. Tapi andai mereka tau sejak dini bahwa ada puluhan, ratusan, bahkan ribuan profesi yang bisa mereka pilih, bukannya lebih bagus?

Dua kali gue ikut, yang mau jadi dokter masih jadi mayoritas. Yang terakhir kemarin, gue sempet tanya ke mereka, ada yang tau nggak berapa lama waktu yang akan mereka habiskan di sekolah untuk mencapai profesi dokter? Nggak ada yang tau. O ya, gue nanyanya di kelas 6, yang berarti harusnya mereka udah sedikit banyak ngerti, ya. Setelah sama-sama menghitung, kira-kira lebih dari 15 tahun untuk jadi dokter (dihitung sejak SD).

Terus ada anak yang nanya, "ibu berapa lama sekolah untuk bisa jadi penulis?"

Gue jawab, "SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, kuliah baru tahun pertama saya udah kerja sambil kuliah". Dan mereka terpana..

"Jadi, kuliah terus dapet duit sendiri?"
"Iya dong, malah bisa bayar kuliah sendiri.."

Syukur-syukur kalau ini bisa jadi pemicu mereka bahwa profesi itu sangat beragam.



Walau baru dua kali ikut Kelas Inspirasi, mungkin ada beberapa catatan yang bisa gue bagi untuk teman-teman yang mau ikutan juga:

- Jangan ragu. Kalau udah ada niat, langsung daftar. Profesi apapun, pasti menginspirasi. Nggak hanya untuk anak-anak, gue sendiri terkagum-kagum dengan ragam profesi yang gue temui di 2 Kelas Inspirasi kemarin. Gue ketemu sama peneliti, pelukis, pharmacist, pemilik distro, dan buanyak lagi. Yang semuanya gue kenal dengan nafas yang sama: niat untuk berbagi.
Ya, semua pekerjaan menginspirasi kok.

- Nggak bisa public speaking? Ini agak sulit emang sih. Tapi ingat, kita ngomong sama anak-anak lho, bukan CEO atau sesama profesional. Gunakan bahasa sederhana yang gampang dimengerti anak.
Gue juga bukan orang yang pinter ngomong depan publik. Tapi karena senang ngobrol, jadi gue anggapnya ngobrol aja.
Masih bingung juga? Baca poin berikutnya!



- Sedikit bicara banyak bekerja. Haha. Berapa banyak anak yang sanggup dengerin orang ngomong panjang? Sama guru sekolah pasti mereka bosan kan, dengeriiiiin mulu.
Terus ngapain? Banyakin aktivitas. Buat kegiatan berkelompok yang seru. Kemarin ada yang profesi business development ngajak anak ceritanya tes pasar. Ngetes 3 jenis minuman, lalu cari tau mana yang paling disukai dan tidak. Seru!
Ada juga yang profesinya marketing, ngajak anak bikin poster seolah-olah mereka jualan sesuatu. Banyak pokoknya aktivitas yang bisa dilakukan sama anak di Kelas Inspirasi.

- Berbagi bukan charity.
Pasti banyak yang mikir pengin kasih ina itu ke anak-anak. Gue juga kok. Awalnya..
Kemudian diingatkan sama fasil alias panitia, bahwa tujuan kita adalah memberikan inspirasi, yang harusnya bisa diingat selamanya. Bukan permen, pensil, dan materi lain yang bisa habis dimakan oleh waktu.
Gue setuju banget. Setelah diingat, toh dulu pas sekolah, guru favorit gue bukan mereka yang rajin kasih permen atau hadiah ke murid. Tapi mereka yang sikapnya hangat dan somehow omongan mereka gue pegang banget.
Btw, guru favorit gue, setelah diingat-ingat, semuanya guru Bahasa Indonesia, lho.

- Berpakaian sepantasnya atau malah, sehebohnya.
Tapi hebohnya bukan yang rok mini plus baju ketek ye, hihi. Maksudnya, saat kerja lo harus pake wearpack, helm dan safety boots? Wear it! Anak-anak suka penampilan berbeda, ini bakal menimbulkan efek keren dan bikin jadi "mau banget gue jadi engineer", misalnya.
Gue? Ya gue kam mengenalkannya sebagai penulis, kebetulan emang selalu pake boots andalan, gue kira awalnya anak-anak ga aware, ternyata mereka ngeh dan selalu ngomentarin. "Bu, sepatunya keren banget, tiap hari pake itu ya?", haha..

- Ga usah repot bikin ppt yang canggih-canggih, menurut gue.
Ini sama kaya banyak bicara tadi. Anak-anak bakal bosen. KECUALI isi ppt lo gambar-gambar yang mencengangkan, misalnya waktu bareng peneliti dia keluarin gambar mobil terbang lah, manusia di planet lain, dan seterusnya. Atau puterin video! Kemarin pemilik distro melakukan ini, and she got all attention!

- Bikin perjanjian.
Anak-anak ini bukan anak kita. Cara komunikasi dengan mereka pasti beda dengan kita bicara sama anak/ keponakan di rumah.
Saat dapet kelas 3 SD yang luar biasa aktif, gue bikin perjanjian sebelum "ngajar", kalau jalan-jalan, berantem, jejeritan mereka akan dapat 'hukuman' yang sudah ditentukan bersama yaitu dikelitikin, hihi.
Atau ada seorang psikolog yang bikin perjanjian, kalau dia ngomong yang lain harus dengar dan kalau anak-anak ngomong dia akan diam.
Apakah cara kami berhasil? Setidaknya layak dicoba :D

- saat di kelas, kita guru, bukan turis..
So put your phone or camera down, and listen to them. Ada relawan dokumentasi kok.
Kalau di luar kelas, yuk mangga.. Hehe..


Apa lagi ya?
Secara pribadi, gue bangga bisa ikutan Kelas Inspirasi lagi. Mudah-mudahan banyak teman dari profesi lain yang mau ikutan juga.

Oiya, gue selalu terharu kalau nemu anak yang cita-citanya nggak mainstream. Pas Kelas Inspirasi tahun lalu, ada yang pengin jadi penyanyi. How cool is that? Sementara kemarin ada yang mau jadi desainer. Dan dia laki-laki. Gue memastikan dong, apa benar desainer yanh dia maksud sama dengan apa yang gue maksud?
Reno: " iya bu, desainer yang baju-baju itu"
Gue: "emang kamu suka gambar baju? Atau jahit?"
Reno: " ih ibu, yang bikin huruf-hurufnya itu lho.."
Gue: (tiba-tiba ingat tadi mergokin Reno lagi bikin huruf-huruf dihias di bukunya) "maksud kamu kaya gini?" (gue tunjuk tas yang ada huruf-hurufnya dan poster animasi cara wudhu)
Reno: "iya bu!" (mengangguk semangat)
Gue: "desain grafis namanya..nanti kamu bisa bikin gambar kaya gini (nunjuk tas bergambar Thomas yang kereta) atau malah bikim film kartun kaya Ben10 tuh"
Reno: "iya bu, beneran bu?"
Gue: "iya. Yang penting belajar yang benar, jangan menyerah, Reno suka gambar-gambar kan? Terusin. Inget kalimat desain grafis dan tanamkan di sini (sambil nunjuk ke dahinya)"


Ini salah satu lembaran bukunya Reno yang penuh sama aneka gambar dan typography

Mata Reno bersinar-sinar, terus mengangguk penuh semangat. Dia nulis "Reno cita-cita jadi desain grafis" dengan hati-hati dan sangat indah buat ditempelkan di pohon cita-cita :')

Ah, mudah-mudahan 10-15 tahun lagi namanya terpampang di sebuah karya, ya. Amin.

O iya,karena gue terbiasa menganggap mereka teman, jadi lah pas balik anak-anak kelas 5 dan 6 ngerubutin nanya-nanya segala macam.
"bu, udah pernah ketemu siapa aja?", "ariel udah bu?", "olga?", "tegar?", "tarra budiman?", semuaaaa ditanya sampe 2 terakhir itu yang baru gue dengar namanya kemarin, haha.
Ujung-ujungnya, "Bu, twitternya apa? Facebook? Instagram?".. Haha.. Jadi lah sekarang twitter gue nambah follower anak SD :D


Terus mengenai panggilan, kenapa kok nggak kakak siiih? SOP-nya demikiam cyin. Jadi bahkan dengan sesama inspirator (relawan) kita pun diharuskan saling manggil bu dan pak :)

Btw, yang mau lihat video Kelas Inspirasi, ini ada video bikinan Kila, Motion Graphis Female Daily yang jadi relawan dokumentasi di SDN Kebon Baru. Keceh!

Kelas Inspirasi 3 Jakarta SDN Kebon Baru 02 | Kelompok 10 from Priskila Eirene on Vimeo.

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

9 comments:

  1. Cakep banget programnya, semoga bener2 bermanfaat buat anak2 ya Lit.. nambah lagi pahalamu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini program luar biasa! Ikutan,yuk next kelas inspirasi :)

      Delete
  2. Lita,
    Beneran ih, gw ketagihan ikut kelas Inspirasi.
    'Gak cuma (berusaha) ngasih inspirasi tapi juga ketemu dengan anak-anak SD, terus temen-temen yang masih muda belia(kebetulan di kelompok gw, gw paling matang, Bok!) ternyata gw juga terinspirasi.

    ReplyDelete
  3. Seeeee? I told yaaaa! Anak2 muda yg ikutan ini bikin salut, ya. Bagus bgt mereka dikasih wadah ini, coba pas kita muda dulu ada *ngunyah sirih*

    ReplyDelete
  4. aaammaazzing..keren programnya mba, semoga terus menginspirasi dan berlanjut terus programnya..*Terharu nontonnya*

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. wah seru Lit... pengen euy ikutan. jakarta dan sekitarnya kapan lagi ya jadwalnya? liat di webnya daerahnya jauh-jauhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mbak Arty penting banget deh, kamu ikutan ini! Bisa follow twitter mereka juga @kelasinspirasi biasanya mereka ada rutin nggak cuma Jakarta aja. Aku juga sebelumnya ikut yang Depok :)

      Delete