You're Not a Victim

Beberapa waktu lalu ngobrol mengenai perempuan sama @ipongita.

Kami mencapai kesepakatan bahwa perempuan kadang bisa jadi begitu naif, kalau nggak mau dibilang bodoh, dalam membuat keputusan. I know it sounds harsh. Tapi ada beberapa kasus di sekeliling gue yang bikin gue bisa bilang begitu.

Cerita 1
Ada seorang teman, sebut aja Neneng Anjarwati alias NA :p
Dia seorang single mom. Cerai dari suaminya karena sang suami melakukan KDRT. Sampai di sini, ia telah melakukan kteputusan yang tepat, bukan?

Hari demi hari, lalu NA mulai berhubungan romantis dengan seorang pria yang ga lain ga bukan atasannya di kantor. Mereka pun menikah.

Salah di mana?

Pertama, si lelaki udah punya istri.
Kedua, dia bisa masuk kantor itu karena istri si lelaki adalah temannya.

Masih kurang?
Si lelaki mau kawinin dan menyediakan tempat tinggal utk NA di sebuah apartemen mewah dengan catatan: NA nggak boleh bawa anak dari perkawinan dengan suami pertamanya.
Dan, NA setuju.

Yang menyedihkan, waktu proses cerai hak asuh adalah salah satu yang diributkan oleh pihak suami.
Look who's laughing?

Cerita 2
Seorang perempuan sebut saja namanya Siti Tuti Susilawati Sutisna alias STSS (susah ya? Itu nama asli Sania, btw. Haha). Dia janda beranak 3. Suami sudah meninggal, anak sudah besar hanya 1 yang masih sekolah.

Alkisah, STSS kenal dengan seorang pria. Flamboyan, mulut manis dan usia lebih muda. Pria ini gencar PDKT sama STSS yang notabene, janda kaya.

Pria ini, sebut saja PK alias Pria Berkumis, kalau ga mau disebut sebagai Penjahat Kelamin sih. Sudah beberapa orang yang mengaku ditipu oleh PK. Apa STSS percaya? Oh tentu tidak. Cintanya malah makin membara. Akhirnya mereka menikah. STSS jadi istri ke-2.

Apaaaaa?
Ya, PK sudah nikah dan punya anak.
Setelah menikah, lambat laun STSS mulai kehilangan materi yang sebelumnya jelas-jelas dimiliki. Termasuk rumah, mobil, perhiasan dan banyak lagi.

Singkat cerita, mulai banyak orang datang ke rumah STSS untuk nagih hutang. Mulai dari debt collector sampai ibu rumah tangga yang ketipu jual beli rumah. Mereka semua entah gimana caranya bersatu mengadukan PK (dan STSS, karena ada beberapa kasus yang ternyata menggunakan namanya) ke polisi.

Sejak awal semua orang sudah menghalangi hubungan STSS dengan PK. Tapi, atas nama cinta (?) logika tak lagi dirasa.

PK jadi buronan. STSS menghilang. Anak-anaknya? Telantar.

Cerita 3
Seorang teman, sebut namanya Ayu Ting Ting alias ATT.
Waktu remaja, ATT punya anak sama temannya. Kemudian mereka menikah. Tapi karena emang nggak cinta, pernikahan kandas.

Suatu hari, ATT terlibat cinta lokasi sama rekan kerja. Sampai akhirnya ATT hamil (lagi).

Dinikahkan kah ATT?
Tentu tidak. Si lelaki, sebut saja namanya Ali Oncom alias AO, sudah punya anak istri.

Awalnya mereka baik-baik saja. AO tetap supply kebutuhan ATT dan anak-anaknya. Sampai suatu hari, ya namanya nggak ada ikatan tanggungjawab, AO ke laut *ngilang dari peredaran maksudnya*.

ATT coba cari, tapi ketika ketemu pun mentah hasilnya. Alhasil ATT pun banting tulang untuk melanjutkan hidup dengan kedua anaknya.

Masih banyak cerita lain seputar perempuan yang nasibnya kurang bagus di seputar gue. Tapi selain saat ini gue lupa, juga karena gue pening cari nama aliasnya. Hihi.

Menurut gue kadang kita, nggak hanya perempuan ya, semua orang deh sering banget memosisikan diri sebagai korban. Playing victim. Yah kaya dulu SBY tahun 2004 lah *apee*.

Padahal kalo dari cerita-cerita di atas gue yakin masing-masing punya pilihan yang mungkin pilihan itu nggak bikin merela jadi seperti saat ini. Memang, pilihan apapun yang diambil pasti akan ada risikonya. Baik atau buruk, itu konsekuensi yang harus ditanggung.

But hey, im not wearing their shoes. Jadi gue ga berhak untuk nge-judge. All i do is, listen and support them :)

Just remember, you are not a victim. You are actually have privillege to choose what you want :)

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

2 comments:

  1. yap, lagi kejadian sama temen aq
    A, udah nikah 2 anak, yang rujuk lagi dengan suaminya baru beberapa bulan. Dulu cerai karena suami selingkuh, dannn dia rujuk lagi sama suaminya walopun udah ada beberapa cowo yang ngedeketin dia karenaaaa bilangnya dia punya anak cewe yang harus berpikir dua kali buat masukin cowo dewasa lain jadi keluarga inti
    eh sekarang, lagi affair dengan temen kantornya dan mau cerai sama suaminya. 2 Anaknya? sama nyokapnya
    Lah, bingung kan? alasan rujuk itu gara-gara anaknya, kok sekarang anaknya malah disia-siain
    bingung nih nasehatinnya secara cowonya itu agak-agak ke PK juga wkwkwkw :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Speechless ya, kalo dengarr cerita begini.. :(

      Delete