Jam Biologis


Tadi pagi adalah hari ke dua Langit sekolah dengan jam yang sebenarnya. Ada beberapa anak yang ngadat salah satunya bff Langit, Icha.
*gue ceritain dikit anak lo ya, Na -ceritanya minta izin sama emaknya*

Jadi Icha ini biasa tidur siang tiap hari di jam 1-an. Sementara hari pertama sekolah kemarin emang pulangnya agak lambat. Sekitar jam 2. Bubar jalan kan tuh ya jam tidur siangnya. Akibatnya, rutinitas Icha seterusnya jadi berantakan.

"Jam biologisnya berubah bok.. Wajar"

Yang punya anak kecil pasti paham deh sama ungkapan ini. Kalau anak kita biasa tidur siang jam sekian terus lewat bisa cranky. Anaknya cranky, emaknya ngikut. Haha.

Nggak usah yang punya anak, salah satu teman gue aja suatu hari kami ke luar kota terus breakfast bareng. Kalo hotel kan breakfast biasanya cuma sampe jam 10 ya. Waktu itu jam 8 dan kami udah mau cabut abis breakfast. Tapi dia nggak kunjung makan. Gue tanya dong kenapa nggak makan? Jawabnya, "Nggak pengen makan. Jam biologis gue, hari gini belum makan. Malahan belum bangun tidur. Kebiasaan kerja sampai dini hari jadi bergeser semuanya"

Kalo gue juga ngalamin ini dulu. Pas masi kerja di PH itu hidupnya asa kebalik. Malam masih ngedit jelang subuh baru tidur. Kalo gue datang ke kantor sebelum jam 12, ditanyanya "Tumben datang pagi mbak?" :D

Apa sih jam biologis sebenarnya? Ini gue ambil dari sebuah situs:

Jam biologis berfungsi mengatur apa yang harus dilakukan tubuh secara alami. Jam biologis ini berfungsi mengatur kapan tubuh harus beristirahat, kapan tubuh memerlukan makanan atau kegiatan lainnya yang dilakukan tubuh selama 24 jam. Timer jam biologis ini dapat berjalan karena adanya Suprachiasmatic Nuclei (SCN). Dengan mengetahui siklus yang ada dalam tubuh kita, kita dapat mengetahui saat tubuh dalam keadaan optimal sehingga apa yang kita lakukan juga bermanfaat secara optimal untuk kesehatan tubuh.

Misalnya, kenapa kita ngantuk di malam hari?
Hal ini karena adanya hormon melatonin. SCN akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon melatonin ini saat hari sudah gelap. Selanjutnya, hormon melatonin akan memerintahkan tubuh untuk beristirahat. Namun dengan kehadiran lampu listrik yang membuat suasana malam hari menjadi terang menghambat dikeluarkannya hormon melatonin, sehingga saat ini jam tidur manusia lebih larut malam daripada sebelumnya.

Tubuh kita mudah beradaptasi. Misalnya, untuk pekerja yang bekerja saat malam hari, SCN akan beradaptasi dalam mengeluarkan hormon melatonin sehingga mereka akan tetap terjaga walaupun hari sudah gelap. Bila malam semakin larut, kita akan lebih merasakan kantuk, ini disebabkan hormon melatonin yang dihasilkan semakin meningkat dan juga turunnya suhu tubuh dan tekanan darah dalam tubuh.

Nah gitu deh kira-kira. Gue rasa,rutinitas juga berpengaruh sama jam biologis ya. Ya contohnya di atas juga, kebiasaan tidur makin lambat ya jadi bangun pun makin lambat. Bias tidur siang, kalo nggak tidur siang jadi pusing. Atau ada beberapa orang yang harus makan tepat waktu kalo nggak badannya nggak enak atau asam lambung naik (eh ini kayanya bisa jadi karena kondisi tubuh juga ya). Sementara ada orang yang sanggup nahan lapar sampai sekian lama.

Tumben ya gue nulis serius banget? Haha.

Bagaimana dengan Langit?
Dalam hal ini alhamdulillah gue dikaruniai anak yang cenderung mudah beradaptasi. Langit ini dari perkara nyapih, toilet training sampai ke tempat baru cenderung mudah adaptasinya. Jadi dia kayanya fine aja bangun lebih pagi. Cuma emang sekarang tidurnya lebih cepat. Jam 8 udah nggak nolak lah diajak ke kamar. Masih suka bilang "Aku nggak ngantuk",tapi ngucek-ngucek mata atau jalan sempoyongan sih. Tapi pas sampai kamar, 10 menit langsung plek tidur.

Alhamduuuuu... lillah...

*buat yang tau betapa Langit kuat melek ini adalah mukjizat*

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete