Belajar Menulis

Beberapa waktu lalu, Kak Ria, teman yang ketemu si Kelas Inspirasi bilang, "Mbak kamu mau nggak sharing tentang menulis ke mahasiswaku?".

Reaksi pertama adalah, "MAU!".

Pas di-follow up sama staf Kak Ria yang lain gue baru nyadar, "Eh ini serius ya?". Nasib kalo otaknya suka spontan.


Gue belum jadi penulis yang baik. Seperti pandangan pada umumnya, penulis berarti punya buku. Nah gue apa kabar? Haha. Tapi bidang kerja gue sejak dulu benang merahnya ada 2, kreativitas dan menulis.

Nulis naskah program tv, talkshow, sitkom, infotainment, dokumenter, company profile, advertorial, copy iklan, copy packaging, essay, dst dsb.

Nulis toh?


Jadi gue mengerucutkan materi ke Creative Writing. Nggak usah ditulis di sini lah ya, apa itu creative writing. Tinggal Googling, beres.

Gue happy sama kelasnya hari itu. Mungkin gue nggak banyak kasih ilmu (atau malah nggak sama sekali?). Tapi mereka setidaknya punya gambaran bahwa suka nulis, hobi nulis, nggak melulu harus jadi wartawan. Nggak melulu harus punya 30 judul buku. Nggak melulu harus nulis naskah. Masih banyaaaaaak bidang kerja lain yang butuh ketrampilan menulis.

Ada satu mahasiswa yang nanya, "Profesi yang berkaitan sama menulis ini, promising nggak?". Ya jawaban gue, "Dari 2001 gue udah kerja di sini sih". Lebih lanjut, gue bilang kalo gue milih kerja yang pake hati. Maksudnya, sesuaikah sama passion? Sesuaikah sama minat? Karena buat gue percuma aja gaji segede rumahnya Prabowo (kenapa jadi Prabowo ya?) Kalo kita nggak menikmati. Bekerja di bidang tulis menulis mungkin nggak bikin kita setajir banker yang konon gajinya sampe ratusan juta *gasp*, kecuali kalo elo nulis Harry Potter. Tapi balik lagi, karena gue suka jadi lebih puas dan bangga sama hasil kerjaan.

Banyak banget yang nanya tentang writers block.
Kiat yang gue bagi, tulis apa yang ada di otak sampe bener-bener abis. Bisa berupa list atau sudah sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah itu baru dibaca ulang dan diperbaiki.

Mungkin ada yang bilang, santai-santai dulu biar ga writers block. Nah, ini berkaitan sama deadline. Di dunia kerja atau bahkan mahasiswa juga punya deadline kan. Deadline ngumpulin paper atau bahkan skripsi. Deadline jangan dihindari tapi harus dihadapi. Mau gimana lagi, toh kerjaan udah ditunggu klien. Toh dosen nggak mau tau bahwa kalian sedang menghadapi writers block.
Kalo udah sekaliber Dan Brown mungkin boleh bilang writers block :D

Lagian kalo di dunia kreatif, makin mepet makin bagus biasanya hasilnya. Haha.

Masalah deadline skripsi ini berdasarkan pengalaman sih. 2 tahun mata kuliah udah abis cuma tinggal skripsi doang ga kelar-kelar. Pas dikasih deadline sama bokap, "kelar kuliah atau berhenti kerja", baru deh capcus. 4 bulan saja skripsi beres.

Anyway, ternyata gue menikmati sharing kemarin. Mungkin belum ada karya gue yang bisa dibanggakan tapi gue bangga udah bisa melakukan dan mencari nafkah di bidang yang gue sukai.
:)

sent from @nenglita 's phone

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment