Fair Play

Fairplay biasanya digunakan dalam bidang olahraga. Tapi tentunya disini gue ga mau bikin postingan tentang olahraga dan aneka pertandingannya.

Kalau ditelaah, fairplay juga bisa diaplikasikan dalam kehidupan. Gampangnya, inget kalimat "kalo nggak mau dicubit, jangan mencubit?". Nah, kalimat ini juga menggambarkan bagaimana fairplay dalam kehidupan.

Kadang, tanpa sadar kita sering melakukan hal-hal yang kalau orang lain lakukan ke kita, kita akan marah. Misalnya yang paling gampang, diomongin sama orang lain. Disitu pasti kita nggak akan nyangka, kok orang bisa-bisanya ngomongin kita, sih? Kalau mau ditelusuri, pasti kita juga sering ngomongin orang, kan. Mungkin yang kita omongin bukan mereka yang ngomongin kita. Tapi intinya sama aja, toh? *tetot, mengulang kata 'kita'*

Atau, di dunia kerja. Karya, ide, usul kita diklaim sama rekan kerja. Mungkin kita nggak pernah melakukan hal itu, tapi mana tau tanpa sadar kita pernah menyadur karya orang lain, mengambil sebagian ide orang lain, dan lain sebagainya.

Nggak tau deh, dalam hal beginian, gue percaya sama karma. Eh, kalo dibilang percaya sama karma kok kesannya syirik, tapi sungguh, gue percaya berbuat baik akan menuai kebaikan dan berbuat jahat menghasilkan keburukan.

I'm not a saint, of course. Masih suka ngomongin orang, judesin orang, berpikiran buruk tentang seseorang, dan banyak lagi keburukan dalam diri. Belajar berhati bersih, atau minimal ber-husnudzan itu memang sulit.

Atau sama pasangan. Ada yang cemburuan disini? *angkat tangan sendiri*. Gue bukan jealousan, sih, tapi berhubung gue terlalu suka baca buku atau film drama, jadi kadang suka kebanyakan motif. Terlalu kreatif gitu :D

Nah, kalau sama pasangan, sih, gue lebih menerapkan konsep cermin dimana kalau kita menghadap cermin, pasti bayangan di cermin akan menghadap ke kita juga. Tapi begitu kita berbalik dari cermin, yang ada di cermin pasti akan berbalik. Konsepnya mirip fairlay, tho? Kalau kita nggak mau bayangan itu berbalik, maka sebaiknya kita jangan berbalik :)



Masalah jahat kejahatan juga gitu. Gue pernah marah sama Igun kalau dia nggak khawatir kalo gue balik malam atau apa gitu. Gue bilang, "kamu nggak khawatir apa, istrinya ntar diapa-apain orang?" Pede banget ya, gue, bakalan diapa-apain, hihihi..
Jawabna, "Kamu balik malam kerja, kan? Cari uang itu kan ibadah. Kerjaan kamu juga halal, kenapa kamu harus takut? Selama kita nggak jahatin orang, insyaallah orang nggak jahat sama kita". Yap, it came from my husband's mouth. Nggak percaya kan? Hehehe...

Gue pikir-pikir, ada benernya juga. Alhamdulillah, selama ini balik semalam apapun, cuek aja naik angkot eh atau sekarang demi kecepatan waktu, naksi. Naik angkot kemanapun juga sejauh ini aman-aman aja. Mudah-mudahan karena memang niat gue baik, ya, untuk kerja, cari uang. Sisanya? Ya kita serahkan diri sama Yang Di Atas :)





Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment