If I Die Tomorrow..

Kira-kira siapa aja yang akan datang ke rumah duka gue, ya?

Katanya, nih, untuk membuktikan siapa teman yang beneran teman dari seseorang, maka lo harus lihat, apa dia datang ke pemakamannya atau nggak. Kalo kata nyokap gue dulu, yang paling bener dari orang itu adalah mereka yang datang ke rumah duka. Karena nggak pake undangan, nggak pake ajak-ajakan, datang aja.

Nggak heran, konon untuk tau apakah semasa hidup seseorang berbuat baik/ nggak juga bisa dilihat dari suasana rumah duka/ pemakamannya, rame atau nggak.

Pernah berpikir nggak, siapa aja yang kira-kira akan datang ke pemakaman kita?

Gue sering lho, mikirin ini. Kenapa, karena selama ini (kesannya) teman gue banyak, tapi hanya sedikit yang gue rasa akan merelakan waktunya menghampiri rumah duka yang kemungkinan besar akan berada di rumah gue. Secara, ya, rumah gue kecil dan jauh gitu.

Terus kalau pada datang dan melihat gue terbujur kaku, kira-kira apa ya, yang mereka (pelayat) pikirkan?
Bagaimana mereka memandang gue semasa hidup, ya?
Bagaimana mereka memandang orang-orang yang gue tinggalkan? Langit, misalnya...
Bagaimana nasib kerjaan yang belum gue selesaikan?
Bagaimana email-email yang belum kejawab?
Bagaimana barang-barang yang belum puas dipakai?
Gue ga sempat lihat Langit SD, dong..
Ga sempat ajari dia mengenai pubertas. Tar dia taunya dari mana? Tanya ke siapa? Tar kalo salah sumber gimana?
*haduh kalo udah bayanginnya ke Langit, langsung mewek*
Banyak lagi, gimana-gimana lainnya..

Duniawi, banget, ya, pemikirannya..

Coba, ada yang pernah mikirin ini ga? Gimana hasilnya?

*postingan random dibuat oleh orang yang kebosanan 4 hari diisolasi di kamar*


sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

7 comments:

  1. Sama, Lit.
    Gw sampe nanya sama Hani " Kalo gw kenapa-napa, loe kawin gak ? "
    Kadang kalo naek bus abangnya ngebut aje, kepikiran udah jaoooh aja gitu ya. What if ...
    Padahal waktu masih single mah, kalo abangnya ngebut malah demen. Jadi cepet nyampe. :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gue yang suka nanya2 gitu malah suami. Sering pesan2, kalau dia nggak ada, maunya dikubur di mana segala :)

      Delete
  2. *mewek*
    Berkali-kali pikitan ini nyamper tapi selalu berusaha menepis dengan mikir kalo kami masih muda dan sehat. Padahalan kan maut bukan kita yang atur ya..
    Makasih ya Mba. *beneran merinding*

    ReplyDelete
    Replies
    1. *pukpuk*

      Aku abis publish ini juga mikir, eh, kalo kejadian beneran gimana ya? Dasar manusia, tetap aja mikir, padahal yang punya kita kan Yang Di Atas :)

      Delete
  3. Sama Lit,
    Tiap malam sebelum tidur itu yang selalu gw pikirin..nanti anak gw gimana ya?
    Kaya nya oke nih buat jadi topik pengajian Al Galaxyah bulan depan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ow, iya, betul juga.
      Jadi bulan depan di mana, ya? Hehehe...

      Delete
  4. SOLUSI MUDAH, CEPAT LUNASI UTANG ANDA, TANPA PERLU RITUAL, WIRIDAN, PUASA DLL.
    Anda tak perlu ragu harus tertipu dan dikejar hutang lagi,
    Kini saya berbagi pengalaman sudah saya rasakan dan buktikan, Atas bantuan pak ustad Insyaallah dengan bantuan dana hibah gaibnya, semua masalah Ekonomi hutang saya terselesaikan. untuk konsultasi tata caranya silahkan kunjungi wapsitenya di [⌣»̶•̵̭̌✽̤̈•̵̭̌☀̤̈>>KLIK*DISINI<<☀̤̣̈̇•̵̭̌✽̤̈•̵̭̌«̶⌣] karna nmr hp pak ustad tdak bisa di publikasikan sembarangan. terima kasih...

    ReplyDelete