Gara Gara Molto

Dua hari kemarin jagad Twitter sibuk mengecam Molto, akibat mereka memuat bukan hanya satu tapi DUA artikel yang menyesatkan tentang menyusui.

Judulnya aja,"Menyusui ternyata juga merugikan, kenapa ya?". Sebagai orang yang kerja di bidang tulis menulis, judul yang bombastis memang penting. Ada istilahnya, di dunia jurnalistik. Tapi maap, saya lupa. Pas mata kuliah itu kayanya memory card ga di-insert ke otak.

Judul seperti itu, pasti mengundang rasa penasaran orang. Masa iya, menyusui yang lagi giat-giatnya dikampanyekan dan bahkan ada UU-nya segala ternyata ada kerugiannya?

Pasti orang bakal klik dong, statistik naik,jadi bahan pembicaraan,bagus kalo trending topic. Sayangnya, isi tulisan benar-benar menggampangkan urusan menyusui yang bagi sebagian orang nggak gampang.

Di saat banyak ibu sampe berdarah-darah untuk lancar nyusuin, ini bukan kiasan, karena gue pribadi pernah ngalamin deh yang nipple sampe sore akibat kegigit bayi. Di saat banyak ibu yang bolak balik ke konselor atau rela minum jus pare, ya pare yang pahit itu dijus, supaya ASI-nya lancar. Di saat banyak brand coba engage sama ASI, fyi, brand mothercare sangat pro ASI, lho. Nanti gue ceritain detailnya di mommiesdaily.com.

Kok Molto yang notabene ga berkaitan sama menyusui, mau 'main' di wilayah ini?
Dengan cara yang nggak cantik, pula!

Dia nggak mikir, banyak orang yang make internet belum tentu semuanya bijaksana dalam menyaring informasi? Dia nggak kasihan 'musuh'nya ASI yang langsung maxam sufor aja biayanya gede banget untuk promosi. Lah, kok dese yang nggak berkaitan malah icam alias ikut campur dan memberikan informasi yang menyesatkan.

Gue pribadi benar-benar geram. Gue bukan konselor. Dan gue nggak mau judge pilihan ibu kalau memberikan apapun untuk anaknya.
Cuma menuliskan berita yang menyesatkan itu sangat, amat sangat, nggak pintar.
Walaupun yang nulus seandainya bukan perempuan, atau perempuan yang belum pernah nyusuin, tetap aja, seorang penulis apalagi di era internet semacam ini, harusnya bisa riset. Klik keyword ASI atau menyusui, ribuan bahkan jutaan artikel yang menyebutkan ASI dan menyusui itu menguntungkan.
Atau kalau mau nulis kerugiannya, at least do MORE research. Nggak sedangkal itu juga. Ibu menyusui makannya harus dibatasi? Cmon, justru menyusui bisa makan bebas. Kalaupun ada yang dibatasi, pasti ada penjelasan ilmiah.

Shame on you.
You are playing on the wrong field, bro (or sis)!

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

4 comments:

  1. Gemes banget Mba bacanya. Gilingan. Ngerasain nangis dan sedihnya istri waktu berdarah-darah dan gimana saya gak berdaya gak bisa bantu. Aih. parah bener emang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, bapak-bapak aja banyak yg gemes ya, mas, apa kabar mamak-mamak dan para penggiat ASI cobaaaa? :(

      Delete
  2. ini orang nyebelin banget menurut gw.. sebagai ibu menyusui gw benci banget sama orang model begini..
    menyusui itu enak kok bisa bebas makan seperti gw sekarang ini, makan banyak dan angka timbangan juga tetep ajah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalimat terakhir itu maksudnya lagi nyombong atau ngeluh, mak? Hahaha..

      Iye nyebelin abiiiisss, ga kelar dibahas seminggu!

      Delete