Kisah 6 Ruas Tol

Serius bener, ya, judulnya :))

Beberapa hari yang lalu gue tweet "patah hati dengan keputusan Jokowi perihal 6 ruas tol". Ho oh, Pakde tersebut akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pembangunan 6 ruas tol Jakarta.

Banyak banget, eh, BUANYAK BUANGET yang berkomentar atas hal ini. Pro ada, kontra, yang bahkan sampai mengungkapkan spekulasi-spekulasi atau menghujat Jokowi juga nggak sedikit. Gue kecewa atas keputusan ini. Tapi gue percaya, sih, ada hal lain yang dipertimbangkan Jokowi menyetujui hal tersebut (aku sok akrab sekali, yaaaaaa...sama beliau).

Kenapa gue percaya, hal paling shallow adalah, karena selera musiknya. Haha. Gue percaya orang yang menyukai rock n roll punya jiwa yang nggak takut sama apa pun. Makanya, dibilang beliau ditekan sama Menteri PU, ah, rasanya nggak. Sama Gubernur Jateng aja, beliau pernah berantem, kok.

Kedua, lebih banyak gebrakan-gebrakan positif yang sejauh ini beliau lakukan. Contoh paling gres, bikin Car Free Night. Kata nyokap, terakhir di Jakarta ada beginian, pas zaman Ali Sadikin, namanya Malam Muda Mudi. Yuk, dihitung, sudah berapa puluh tahun yang lalu?

Lalu, gue baca-baca lagi mengenai 6 ruas tol tersebut. Eh, baru sadar. Beberapa tahun yang lalu (apa tahun lalu? Apa 2 tahun lalu?) Gue sempat nulis (entah di blog/ twitter), bahwa kalau di beberapa negara, truk/ bus AKAP itu tidak melintas dalam kota. Mereka dibuatkan jalan (tol) yang melewati pinggiran kota. Agak lupa persisnya negara mana, bentar ai gugling dulu, deh.

*abis googling*

Kok, ga nemu, yaaa? Tapi serius, deh, besok akan gue cari beritanya dan update di sini.

Nah, kalo dari berita-berita yang gue baca, tahap pertama itu Semanan- Sunter dan Sunter- Bekasi Raya.

Sudah ada yang pernah lewat Jl. Bekasi Raya? Kalau gue ga salah, yang dimaksud jalanan ini adalah dari Bekasi- Pulogadung. Kebetulan kantor gue pernah di Cempaka Mas, di mana head office-nya di Pulogadung. Sekali- dua kali, gue lewat jalur tersebut. Isinya? Truk, bok! Hasle!

Sempat kebayang sama gue, dari Kawasan Industri di Bekasi, kalau mau ke daerah Sumatera, misalnya, mereka harus ke Merak, kan? Ke Merak kalau dari Bekasi lewat mana? *ngacuuuung, jalur gue kalo mudik Bengkulu, tuh!* Yak, lewat tol dalam kota.

Ada berapa banyak pabrik yang di Kawasan Industri, aja, deh, yang mengeluarkan 1-2 truk per harinya? Lalu, kalau dari Bekasi dibikinin jalur 'khusus' mereka hingga Merak, enak, kan? Atau truk yang dari Kawasan Industri Pulogadung (fyi, kawasan ini tepat bersinggungan dengan Bekasi Raya), punya akses langsung/ khusus menuju ke Merak atau ke Cikampek (baca: harus lewat Bekasi, lho, ke Cikampek), jalur 'biasa' Bekasi Raya akan lebih lengang (harusnya), minimal truk berkurang, lah.

Ini bukan pembelaan karena gue #teamJokowi, ya. Karena tahap kedua pembangunan 6 ruas tol, itu terdengar kurang masuk akal juga. Walaupun, jalur yang disebutkan, seperti Kemayoran- Kampung Melayu atau Pasar Minggu- Casablanca, memang belum ada tol, tapi teteub, deh, jalur itu udah padat! Eh, jalur pertama itu, beberapa tahun lalu nggak padat, lho. Secara, ya, 1 jalan itu ada sekitar 4 (atau 5?) ruas plus 1 busway. Tapi belakangan, sih, udah dah neik!

Penambahan jalan untuk mengurangi kemacetan itu kalo mau dianalogikan adalah: beli baju kegedean padahal lo udah seharusnya menurunkan berat badan.

Dengan kondisi ini, idealnya, kan, kita diet, bukan beli/ jahit baju dengan 2 atau 6 ukuran lebih besar. Ya nggak?

Jadi, hemat saya: penambahan jalan MUNGKIN bisa membantu mengurai kemacetan, tapi tidak memotivasi orang-orang untuk move people, not car. Sementara dampak banyaknya mobil bukan cuma macet, tapi polusi, semakin berkurangnya RTH karena digunakan sebagai lahan parkir, tata kota semrawut, dan manusia jadi malas bergerak.

Di lain sisi, proses penambahan jalan sendiri juga malah menimbulkan kemacetan. Nggak percaya? Dapet salam dari jalur Casablanca selama pembangunan jalan layang non tol :D



sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment