Socmed= jendela kehidupan

Halah cihuy banget ga sih, judulnya :))

Gara-gara lihat timeline twitter seseorang yang lagi live report kecelakaan di Cisarua, jadi sadar bahwa lewat hanya sebuah jejaring sosial yang tenar dengan 140 karakternya itu kita bisa 'melihat' sisi dunia yang nggak kita lihat.
*140 karakter harusnya gue BOLD ya, buat para banci RT atau tmi*
Coba apa yang nggak kita dapet di twitter?
Dari mulai lokasi macet, info diskon, fashion, beauty, parenting (seperti @mommiesdaily gitu <-- teteub promo :)) politik, orang hilang, resep masakan, konsultasi dokter gratis, sampaaaaiiiii berantem! Yang terakhir ini lumayan seru sih, istilahnya twitwar :D
Segi positifnya tentu banyak, ya.
Segi negatifnya? Ya nggak kalah banyak, dong!
Dengan twitter, semua orang bisa melakukan kegiatan jurnalistik, yaitu melaporkan kegiatan atau berita yang terjadi di depan mereka, ada yang pakai istilahnya citizen journalism. Hal ini bagus2 aja sih, tapi namapun masyarakat biasa yang report ya, kadang ada hal-hal yang nggak seharusnya tersebar ke publik jadi kesebar. Misalnya, foto korban kecelakaan. Kalau di media, harus di blur. Atau foto seleb berpose 'nakal' yang tadinya mungkiiin hanya untuk lucu-lucuan di akun pribadi/ teman2nya malah kesebar akibat ReTweet bertubi-tubi. Masuk berita, deh!
Eh iya, ada juga yang menjadikan akun twitter mereka untuk sekedar eksistensi. Banyak-banyakan follower, walaupun ini ada keuntungannya, yaitu si orang tersebut bisa di menjadi buzzer/ endorser bagi produk tertentu. Bahkan ada beberapa seleb yang 1x twit harganya berjuta-juta, lho! Salah? Ya enggaklah, emang jamannya aja yang berubah. Dengan twitter, it become more personal. Soalnya kan 'dikiriim langsung dari handphone sayah' <-- ketauan angkatan berapa.
Dengan twitter, seorang fans bisa tau seleb idolanya lagi ngapain, dimana, sukanya apa, dan si seleb bisa interaksi langsung sama fans mereka.
Tapiiii karena sifatnya spontan (nggak seperti blog yang biasanya kita baca dulu sebelum klik publish), seringkali jadi 'kebaca' gimana sifat asli si pemilik akun.
Ada yang 'kelepasan' galau atau emosi, sehingga kita kadang bisa menebak ada apa dengan dirinya atau malah membuat skenario sendiri dari runtutan twit-nya.
Misalnya, yang terbaru kasus twitwar antara artis lawas dengan keluarga musisi *smile*.
Kalau gue pribadi, memanfaatkan twitter pure untuk informasi (dari yang penting hingga yang tidak penting seperti akun-akun ramalan bintang, hihih atau #memetwit, hohoho) serta networking dan melatih kemampuan gue bercerita dalam 140 karakter.
Sebagai ibu, waktu gue untuk bersosialisasi tentunya lebih terbatas dibandingkan dulu. Supaya nggak stres akibat juggling between work and the role as a mother and wife, gue butuh bersosialisasi. Ngobrol sama orang lain, ketemu orang lain, dari berbagai lingkaran pertemanan, profesi dan status :) caranya gimana, ya salah satunya adalah dengan bersosmed ria.
Yang pentiiiing, inget waktu dan batasan kali ya. Sensor dulu mana yang perlu di publish mana yang nggak. Jangan sampeee (amit-amit) terjadi hal-hal nggak diinginkan akibat keranjingan bersosmed. Contohnya? Mulai dari berantem akibat beda pendapat di twitter, atau bahkan membuka celah untuk perselingkuhan. Hiiiih, knock-knock on the wood! Will post about the latest one, soon :D
sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment