Gigi Susu, Dicabut Apa Nggak?

Pas Langit ulangtahun ke-6, gue penasaran, kok ini anak giginya nggak ada yang goyang-goyang sih? Padahal gue pengin banget giginya cepet copot terutama gigi atas bagian depan yang caries gara-gara dia suka ngemut di depan kalo lagi makan.

Berdasarkan hasil tanya sana sini, copotnya gigi bungsu pertama kali itu paling lambat usia 7 tahun. Jadi gue masih ada waktu nunggu setahunan lah ya supaya si gigi caries yang nggak kece itu tanggal.

Beberapa bulan lalu, gue lagi bantu Langit sikat gigi (iya, masih suka dibantu beberapa kali tiap minggunya untuk memastikan sikat giginya benar). Pas gue lihat kok gigi bagian bawahnya itu ada yang udah mau numbuh, sementara gigi yang sebelumnya belum juga goyang.



Setelah nunggu 2 mingguan, akhirnya gue bawa ke dokter gigi buat ngecek harus dicabut atau nggak sih?

Nah berkaitan dengan gigi, ini ada beberapa catatan yang kita (sebagai orangtua) harus perhatikan:
  •  Rajin-rajin rawat gigi anak. Dari kapan? Seawal mungkin. Jadi gini, gigi susu yang tumbuh di anak-anak itu terbentuknya saat masih dalam kandungan. Jadi tugas kita tinggal merawat pas gigi tersebut udah keluar. Sementara gigi yang bakal sumur hidup ada di gusi kita itu proses tumbuhnya dimulai saat anak lahir. Menurut salah satu dokter yang gue pernah ngobrol, kalo gigi susunya bagus (dalam artian dirawat) pola ini bakal jadi kebiasaan buat si anak merawat giginya. Jadi seumur hidup giginya bagus (tanya bokap gue tuh, giginya bagus nggak ada yang bolong!)
  • Apa berarti gigi susu nggak usah dirawat karena “Ah ntar juga copot”, nggak juga. Salah. Gigi itu fungsinya bukan hanya sebagai alat buat gigit makanan lho, tapi juga pembantu buat pelafalan huruf. Coba amati deh, anak-anak yang giginya belum tumbuh atau orangtua yang giginya udah pada ompong, ngomongnya rada nggak jelas kan? Terus coba lagi juga lafalkan huruf T, itu kudu nempel di gigi bok supaya bunyi. Dan banyak lagi deh contohnya.
  • Selain itu, gigi susu yang nggak dirawat alias bolong atau caries juga bisa jadi sumber penyakit. Gigi yang bolong atau rusak tersebut kan kalau dibersihkan nggak akan bersih sebersih-bersihnya karena ada bagian tersembunyi yang sulit dijangkau sama sikat gigi. Nah di sini nih bisa jadi tempat sembunyi kuman atau bakteri, alhasil penyakit lebih mudah menyerang anak.
  • Gigi susu yang bolong atau caries berpengaruh pada penampilan. Setuju nggak? Gue setuju sih, karena anak gue kemarin ini giginya jelek banget. Waktu ikut semnar PESAT salah satu materinya tentang kesehatan gigi, terus dikasih lihat gambar anak yang giginya full caries, duh kasian banget lihatnya. Pada hitam begitu x_x
  • Kalau kejadiannya kaya anak gue, gigi numbuh sementara gigi susu belum tanggal, jangan didiemin aja. Cek ke dokter gigi harus diapain. Beruntung gue dapet dokter gigi yang penyabar, anak gue takut ke dokter jadi kunjungan perdana itu dia janji nggak bakal cabut giginya Langit jadi cuma ngobrol doang. Menurut dokter giginya, posisi gigi Langit yang numbuh itu nggak berada di titik  yang sama dengan gigi susunya. Jadi yang seharusnya kan si gigi susu kedorong sama gigi baru sehingga goyang sampai tanggal, tapi karena titik tumbuhnya beda alhasil nggak goyang lah si gigi susu.
  • Solusinya apa? Dicek secara berkala aja. Apa kondisi gigi (dan mental) anak sudah siap untuk dicabut? Pencabutan gigi secara paksa selain menimbulkan rasa nggak nyaman buat anak (trust me, gue pernah dicabut gigi sama dokter pas masih kecil terus tangan si dokter sampe gue gigit!) juga menimbulkan rasa trauma buat anak (yap, abis itu gue trauma ke dokter gigi bok). Si dokter gigi ini memenuhi janjinya, di pertemuan ke dua, dia baru mau cabut gigi Langit. Itu juga karena goyangnya udah lumayan, jadi Langit yang ketakutan tau-tau pas dokternya nempelin kapas dingin udah copot aja giginya! Langsung sombong deh dia, berani ke dokter gigi.
Oiya, ke dokter gigi juga menurut gue ada triknya. Kemarin itu sempat Langit ke dokter gigi yang bukan pertama kali dia ketemu. Pas gigi bawah yang ke dua, kondisinya sama dengan yang pertama. Gigi permanen udah numbuh sementara gigi susu belum goyang. Si Bu Dokter yang ini, begitu lihat kondisi gigi Langit langsung mau dicabut aja. Padahal giginya belum goyang sama sekali. Alhasil pas mau cabut, nggak kecabut dong boook! Kebayang nggak sih lo, sakitnya kaya apa? Langit yang tadinya PD langsung drop dan mewek. Gue murka sama dokter itu, asli! Murkanya karena kok dia nggak ngecek dulu bisa apa nggak kecabut, which, harusnya bisa. Tapi kok nggak kecabut? Gue juga bloon sih, bukannya nunggu dokter yang biasa aja -__-

Beberapa minggu lalu, gue nyadar bahwa gigi bagian atas Langit gusinya mulai merenggang. Jadi kayanya si gusi menyiapkan tempat dulu buat gigi permanennya numbuh (kan biasanya gede-gede tuh) makanya dia merenggang. Nggak lama, gigi susunya yang caries itu mulai goyang deh! Setelah ditunggu beberapa hari, bokap nyokap udah bawel aja suruh gue cabut giginya Langit. Nggak mau ah, gue maunya secara natural (toh, gigi bawahnya Langit kemarin akhirnya juga copot secara natural walaupun emang nunggu copotnya sampe sebulanan lebih).

Kemudian minggu lalu, gue sama Langit makan es krim. Tau-tau dia nengok ke gue sambil menjulurkan tangannya, “Nih bu”. Apaan pula dia kasih gue? Ternyata itu giginya yang copot pas makan es krim! Haha! Dengan pengalaman copotnya gigi itu nggak sakit, dan ketemu sama dokter itu dokternya baik hati, mudah-mudahan Langit nggak trauma ke dokter gigi lagi deh ya!



Good bye gigi susu caries, selamat datang gigi permanen!

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

2 comments:

  1. mba, mau tau donk rekomendasi drg nya, harus SpKGA ga ya? gigi anakau kuniiing, baru setaum belum pernah ke dokter gigi.. :(

    ReplyDelete
  2. Dokter yang baik hati itu praktiknya di klinik dekat rumah, daerah Galaxy, namanya dr. Handy ada di Apotek Roxy. Kalau mau sama yang spesialis anak bole juga sih, biar lebih enak gitu :)

    ReplyDelete