Pe-eS-Ka

Ada yang pernah lihat acara musik, kuis, talkshow, dsb di tv, di mana penontonnya lebih heboh, bajunya seragaman, atau ada yang berkarakter kocak dan sering di 'bully' sama host?

Nah, mereka adalah Pe-eS-Ka (PSK), alias Penonton Studio Komersil :))

Kenapa disebut komersil? Karena mereka dibayar untuk datang, nonton, bergaya sesuai arahan tim kreatif melalui Floor Director (FD).

Waktu kerja di PH, gue akrab sekali dengan PSK dan agency-nya. Ow yeah, mereka ada agency lho, bukan cuma model papan atas aja yang pake agency. LOL.

Tapi perkenalan gue dengan PSK sudah beberapa tahun sebelum kerja di PH. Gue pernah jadi salah satu mereka :))

Jadi begini ceritanya..

Waktu kuliah, gue ikut sebuah ekskul (apaan dah kalo kuliah namanya, ya?), semacam UKM, tapi UKM ini 'liar' karena independen, berdiri sendiri tanpa pembiayaan atau fasilitas kampus. Nah, senior-senior di sini, banyak yang udah pada kerja atau ikut-ikut kerja sama seniornya lagi. Suatu hari, kami para junior disuruh ikut syuting oleh salah satu senior. Nama pun junior, apa yang dikatakan senior, hayu aja.

Rame-rame kami naik bus umum ke studio di daerah Cawang. Syutingnya disuruh ngapain? Yak, kami hanya duduk aja di kursi penonton, tepok tangan kalo disuruh, ketawa kalo diminta. Dikasih makan dan pas pulang dibekelin duit 25 ribu/ orang. LOL.

Jangan kira sebentar, ya. Proses syuting itu (setelah gue berkecimpung di dalamnya sebagai kru) will takes forever! Datang jam 10 pagi kelar jam 10 malam! Tapi namanya anak bocah, sama teman-teman pulak, ya senang-senang aja.

Itu sekitar tahun 99. Lalu, 2002, gue udah mulai kerja di PH. Belum ngurusin program yang butuh penonton. Baru sekitar 2003-2004, gue ngurusin program berpenonton bayaran.

Sebagai produser, gue bisa request ke PA maunya penonton yang macam apa.

- Usia remaja dewasa (biasanya ambil anak kuliah atau paling sial anak-anak SMA pakein baju bebas dan bergaya serius dikit)
- Usia ibu-ibu (paling gampang ngambil dari pengajian atau ibu-ibu dari pemukiman terdekat)
- Usia eksekutif muda (yakinlah, yang hadir bakal sama aja dengan remaja dewasa, cuma mereka nongol pake jas dan dasi -__- )

Untuk mereka-mereka ini, kami biasanya menyediakan makanan 1x per kedatangan plus uang transport yang diserahkan ke agency-nya, terus entah dibagi-bagi berapa per orang.

Tahun 2005-2006, ketika klub motor mulai bermunculan, nah ini malahan lebih enak. Karena mereka nggak repot masalah transport, yang penting, mereka boleh pake jaket/ kostum klub mereka dan disebutkan namanya oleh host. Gampil, dong?

Maka beberapa klub motor ini jadi langganan, deh, untuk sebuah acara yang gue kerjain di salah satu tv swasta.

Yang ribet waktu gue bikin talkshow untuk ibu-ibu. Set program waktu itu kecenya minta ampun. Serius, bukan karena gue pegang program ini, ya. Tapi emang beda lah dari set program talkshow yang biasanya ruang tamu/ teras itu :D

Nah, secara setnya udah AB (bahkan A+, duileee, haha), pasti kan penontonnya butuh yang sesuai set, ya? Tapi, namanya sistem kapitalis, mengeluarkan sesedikit mungkin untuk meraih sebanyak-banyaknya (bener ga? Haha) alhasil dana yang dikeluarkan segitu-gitu aja. Kalo penonton kudu yang AB/A+, bisa-bisa diketawain karena yang mereka dapet cuma cukup buat beli Starbucks doang :D

Ngakalinnya?
Penonton diedit, haha. Maksudnya, dipilih, yang camera friendly (ga usah camera face, lah, ya) dipilih duduk di tempat-tempat yang bakal banyak disorot kamera. Bahkan ada beberapa yang gue minta tim make up dan wardrobe untuk make over dikit.

Jahat, ya?
That's entertainment. Bahkan jadi penonton aja lo diseleksi -__-

Ada beberapa penonton yang memang diseleksi sebagai bahan becandaan host. Biasanya dipilih karena 'keunikan' mereka. Ngomong-ngomong tentang ini, ada seorang pelawak yang sekarang tenar banget karena gagapnya, dulu juga jadi penonton acara gue. Karena dia kocak, akhirnya kami kontrak dia untuk selalu datang ke syuting program tersebut. Bayarannya? 150 ribu rupiah/ datang saja.



sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

8 comments:

  1. Baru tadi pagi nonton acara musiknya RCTI trus mikir ini penonton, dapat darimana coba? apa pada bolos sekolah semua, secara acaranya live kan, pagi pula waktunya jam sekolah. Kejawab sudah dari cerita mbak Lita... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya, pasti banyak pertanyaan kaya gini. Kalo lagi liburan sekolah itu, udah pasti penonton anak sekolah membludak :))

      Delete
  2. aku selama ini juga mikir sama kayak maria di atas, misal ada acara musik, kok anak2 sekolah ini nonton live, pada bolos apa yak...ternyata penontonnya udah di set up. hahaha baru tahuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi, bisnisin aja apa, nih, ya? Kita jadi agency penyedia PSK juga :D

      Delete
  3. halo salam kenal, saya minta izin untuk djadikan bahan penelitian untuk tugas kebudayaan ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. halo juga mbak.. kalau memang dianggap valid, silakan. kalau boleh sebutkan sumbernya ya. terimakasih :)

      Delete
    2. pasti linknya akan saya masukan dalam daftar pustaka, terima kasih :)
      Ohya, kalau boleh juga mencantumkan nama asli mbak sebagai pemilik blog?

      Delete