Menanam atau Memetik?

Banyak orang yang pengen kerja di multinational company, yang udah establish, sistem sudah berjalan, kenaikan posisi jelas, dan semacam itu.
Sementara di sisi lain, banyak juga yang malah memilih bekerja di perusahaan kecil yang baru merintis bisnisnya.

Nah, kebetulan gue pernah di dua jenis perusahaan ini.

Pertama kerja tetap, gue di PH yang baru beberapa bulan berdiri. Sistem, ya masih belum jelas. Wong gue yang baru mahasiswi tingkat 3 aja udah keterima kerja. Gue masih bisa bolak balik kampus-kantor setiap hari (dan semakin hari frekuensinya lebih banyak di kantor dibanding ke kampus).

Pekerjaan tetap kedua di AKV. Perusahaan baru berdiri juga, tapi isi, sistem dan semua karyawannya udah establish. Pola promosi jabatan, masa kontrak (3 bulan kontrak, langsung tetap, cyin!), cuti, hingga bonus dan kenaikan gaji sangat jelas skemanya.

Setelah itu di IT company. Perusahaan kecil walaupun sudah berdiri cukup lama. Karena karyawannya juga ga banyak, jadi hangat satu sama lain (selain juga karena kantornya yang cilik tenan dan AC gedung suka mati. LOL), malahan sampe pernah bisa milih, gaji mau barengan sama THR atau nggak :p

Lalu ke perusahaan kosmetik yang udah puluhan tahun. Ini benar-benar gue hanya mengisi kekosongan posisi doang, menurut gue. Karena sistem mereka udah jalan, segalanya udah ada, jadi ya gue tinggal ikut arus.

Saat ini di Female Daily Network. Bisa dibilang sebuah start up, dan sedang berkembang. Merasa mirip dengan perusahaan pertama. Dari yang sistemnya belum terbangun sempurna, hingga kemudian ada penyesuaian sana sini.

Tentu ada kekurangan dan kelebihan dari masing-masing, ya. Perusahaan yang sedang merintis, nggak bisa dikatakan lebih baik daripada perusahaan yang sudah establish. Demikian sebaliknya.

Tentang bekerja menjadi salah 1 tim perintis:
- Kerja lebih berat. Pasti! Secara masih berkembang, job description biasanya belum jelas dan juga belum lengkap orang2nya,, jadi semua dikerjakan sendiri. Di PH dulu, selain reporter, gue ngedit juga, nulis script, sampai minjem baju untuk syuting host.
- Keuntungan dari poin di atas, jadi menguasai (atau setidaknya mengerti) pekerjaan, bukan hanya yang seharusnya dikerjakan saja. Kalo gue sih, bilangnya, nggak neneng. Kebiasaan saat syuting waktu di tempat pertama, gue angkat-angkat bangku, begadang ngerjain props, ya kebawa aja. Ga keberatan melakukan pekerjaan lain selain job desc (tapi kalo ada orang ngacak-ngacak job desc gue, sini aku mamam!)
- Konsekuensi dari poin pertama adalah, waktu akan banyak tersita ke pekerjaan. Siapa yang saking sering tidur di kantor sampe punya lemari baju sendiriiiii? *ngacung pelan-pelan*. Untung belum kawin, dulu.
- Ketika meraih sesuatu yang kita 'make from the scratch' itu bahagianya luebiiiih banget! Rekor buat gue adalah tahun 2003, PH kehilangan banyak karyawan, lalu gue liputan, nulis dan ngedit sendiri. Liputan ya sama kameramen, ngedit juga ditemenin. Tapi ini untuk 3 tayangan yang berbeda. Editor cuma 1 orang, gue berdua dia selama seminggu tidurnya gantian. Alhamdulillah, kami masih hidup.
- Kita bisa kasih masukan atau pandangan mengenai hal-hal yang sekiranya sesuai dengan nilai/ konsep diri kita. Agak egois mungkin, tapi nggak deh, kalau di perusahaan besar, segala kebijakan kan antara HRD sama empunya/ direktur/ CEO (kali ye). Nah, di perusahaan kecil, bisa ikut sumbang saran dan didengarkan, sukur-sukur diaplikasikan juga.
- Bikin nggak cengeng sama masalah yang dihadapi. Setelah apa yang dilalui, masa syuting di kolong jembatan aja gue nggak mau? Setelah apa yang pernah gue kerjakan, masa liputan tiap weekend aja nggak mau? Ya memang, posisinya saat ini beda. Udah kawin dan berkeluarga, itu jadi pertimbangan. Tapi kalau nggak harus mikirin status, ya semua itu nggak masalah.
- Bikin gue (yang kebetulan sedikit ignorant ini) nggak peduli sama office politic. Atasan langsung gue pernah ngomong gini ke empunya PH, "pilih saya atau Lita yang keluar dari sini". Sebulan kemudian, dia yang dipecat.

Sementara kerja di perusahaan yang sudah establish:
- Sistem sudah jelas! Dari pertama menginjakkan kaki di ruang kantor si perusahaan kosmetik, gue udah tau bakal ngapain aja dan nggak usah ngapain aja. Masalah cuti, libur, lembur juga udah jelas. Alhasil kalo anak sakit, dan belum 1 tahun, ya ga bisa cuti :'(
- Nah karena sistem sudah jelas, tentu kita nggak bisa seenaknya mengubah yang udah ada, dong. Nggak mungkin lah gue yg baru sebulan kerja sekonyong-konyong ngomong sama Ibu MT, "Bu, untuk pegawai yang udah punya anak, kasih kelonggaran waktu dong, masa pulang jam 2 pagi besoknya jam 9 kudu ada di kantor lagi?". Yakaleeeee.
- Adanya appraisal berkala. Pertama kali terima form appraisal, gue bengong. Ini diapaiiiiin? Ada kali 10 lembar sendiri. Tapi dari situ gue belajar menilai pekerjaan dan diri gue sendiri. Appraisal pertama, kata bos gue, gue menganggap diri gue rendah. Kurang self esteem dalam menilai kerja gue. Ya kan aku belum pernah, bos, ntar kepedean lagi. Nah, dari sini, akan ada angka-angka yang keluar dan ada formulanya sehingga menentukan jumlah persen kenaikan gaji. Canggih!
- Job description jelas. Kreatif ya membuat konsep program, script sampai nentuin look and feel host, warna, gimmick, dst. Nggak usah pusing lagi gue urusan lokasi syuting, kan udah ada UPM. Nggak usah pusing mikirin ngedit, kan ada PA dan produser. Syenang!

Kayanya segitu dulu perbandingannya. Kalo dilihat-lihat, keciri nggak sih, gue lebih senang dimana? :D

Tapi gue senang kok pernah merasakan dua-duanya. Poin utama yang gue ambil banget adalah, gue nggak cengeng tapi juga gue (insyaallah) mengerti flow kerja.

Jadi buat adik-adik yang masih muda *ngunyah sirih*, kerja di mana aja, silakan! Mumpung masih muda. Banyak-banyakin pengalaman, karena pepatah 'Pengalaman adalah guru yang terbaik' itu sangat benar adanya.
*ya menurut ngana, pepatah kan ada karena sudah ada yang mengalaminya*

Jadi kamu mau ikut menanam, merawat lalu memetik atau hanya mau memetik saja?

*buat orang yang (katanya) kerja di bidang kreatif, proses itu lebih penting daripada hasil*
sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

1 comment:

  1. nah! bener banget nih Lit kata-kata lo. kalo gue sih mending ikut proses daripada cuma tau hasil. hihihiiii jadi kecirilah lo lebih suka yang mana. semoga pikiran gue ga salah :p

    ReplyDelete