tentang perceraian

Beberapa waktu lalu ada seorang orangtua murid yang bercerita tentang sahabatnya yang sedang proses perceraian. Minta tolong cariin pengacara sama gue.
Beberapa hari kemudian, sahabat gue cerita ada temannya dia mau cerai juga. Sekali lagi, karena kebetulan sahabat gue ini tau salah satu sahabat gue ada yang pengacara, maka dia minta tolong dikoneksikan ke dia.
Jeda dua hari setelahnya, kakak gue menceritakan tentang temannya yang juga sedang proses perceraian. Pake KDRT segala :(
Lalu tadi pagi, gue dapat kabar tentang salah satu teman yang ternyata sudah memasuki sidang kesekian untuk perceraiannya.

Apa segitu mudahnya untuk bercerai?











Speechless.
Yang kepikiran di gue adalah:
- anak, bukti nyata pernah bersama
- pengeluaran yang harusnya berdua, jadi satu
- tidur biasa sama suami, sekarang nggak
- keputusan biasanya berdua
- kalau suami (yang kemudian jadi mantan) sakit, siapa yang ngurusin?
- foto-foto/ dokumentasi pernikahan, siapa yang mau simpen?
- rumah, di setiap sudut rumah itu pasti ada ceritanya. Pagar yang dibangun, pintu kamar mandi yang rusak, kasur, lemari, dapur, siapa yang sanggup tinggal dirumah yang penuh dengan kenangan bahagia?
- dan banyak lagi

Call me mellow, tapi gue bener2 sedih dengar berita itu secara berturutan. Pasti nggak enak banget dengan kondisi seperti itu. Harus tetap tersenyum padahal dalam hati nangis (pasti ada nangisnya kan, sebenci apapun?)
Kalo kata sahabat gue, "sekarang ini lebih susah nikah daripada cerai".
Yah bisa dilihat dari tabel dibawah ini sih ya, tingkat perceraian makin kesini makin tinggi. Disaat semua orang sudah bisa menentukan jodoh sendiri, nggak harus kaya Siti Nurbaya. Lalu, apa berarti hati kita salah? Apa berarti banyak diantara kita yang jatuh cinta pada orang yang salah? :(*tabel dari situs ini


Setiap orang, setiap keluarga pasti punya cerita dan alasan sendiri dalam mengambil keputusan. Ada yang nggak bisa ditolerir dan berpisah baik-baik, tapi pasti ada juga yang menyisakan kebencian atau dendam. Gue hanya bisa berdoa, semoga langkah itu adalah yang terbaik. Untuk masing-masing individu yang terlibat.

Tapi percaya deh, perasaan saat mempersiapkan semua itu pasti nggak enak banget. Been there.

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

2 comments:

  1. kaget ak baca judulnya mb.lit..
    sbenernya sapa sih org yg pengen cere.. gak bakalan ad kali yah. tp kdg ujian hidup yg dtg g menyisakan pilihan lain mb.lit..
    atw mungkin kurang fight n sabar aj kali yah. jd nya labil n akhirnya give up.. entahlah..

    eh..btw.. klo kerjaan, ad lowongan g mb.lit? hehe. g nyambung dot kom :D
    ~ilmi.

    ReplyDelete
  2. Iyaaa, pastinya semua orang pengennya nikah sekali seumur hidup ya. (eh mana tau ada yang pengen lebih, ih amit2)
    Banyak sih faktornya, bisa kurang sabar, kurang fight, atau memang kasusnya sudah nggak bisa di tolerir, soalnya kan setiap orang punya batas toleransi masing2 ya :)

    Lowongan? sebagai apaaaa?? :D

    ReplyDelete