Beda kok jadi masalah?

Agak heran sama orang2 yang memandang sinis sama perayaan hari besar agama lain. Emang kenapa sih?

Adik bokap alias bu lik gw ada yg non muslim. Jadi sejak kecil sudah terbiasa kalau natal, ya datang kerumahnya. Begitu juga sebaliknya, kalau lebaran, keluarga mereka pasti akan datang, malah kalo bisa dibilang keluarganya paling rajin datang lengkap.

Pas SD, selain sekolah negeri gue juga sekolah madrasah. Nah disitu sempat diterangin mengenai perbedaan keyakinan. Bapak dan ibu guru di madrasah bilang bahwa kita yang muslim ga boleh merayakan perayaan agama lain. Gue pun sempat tanya ke bokap/ nyokap mengenai hal ini, dan dijawab nyokap, dengan datang bukan berarti keislaman kita dipertanyakan, ya semacam itu deh.
Gue atau bokap nyokap mungkin bukan yang pandai beragama. Tapi alhamdulillah, kami nggak pernah lepas beribadah. Dan sepanjang hidup gue sih, dengan datang ke rumah saudara saat perayaan agamanya, ga menyebabkan keislaman gue terganggu, ya..
Ga bisa sholat dirumahnya? Kebetulan rumah sepupu gue dekat masjid. Ya kami sholat di masjid, deh! So simple. Dan karena mereka kebaktiannya di gereja, jadi dirumahnya ya memang hanya kunjungan persaudaraan saja.
Nggak heran kalau pas hari natal, rumah (almh) bu lik gue ini malah dipenuhi sama yang pake jilbab. Secara keluarga yang lain kebanyakan pada jilbaban. Hal yang aneh? Ah, nggak juga. Kami hanya menghormati kok, seperti juga menghormati pas bokap nyokap mau berangkat haji, ya pada dateng tuh pas ratiban. Atau akad nikah gue, yg notabene ada pembacaan al quran-nya ya pada dateng juga.
Mungkin karena terbiasa dengan kehidupan ini dan kami nggak saling ganggu satu sama lain, gue heran sama orang2 yang membenci agama lain.
Gue mungkin orang yang memeluk agama bawaan maksudnya, gue muslim ya karena orangtua gue muslim. Coba kalau ortu gue non muslim, apakah gue akan menjadi muslim juga? Belum cencu kan?
Jadi yah, kalo kalian tidak memilih agama yang kalian peluk (kalian ini ditujukan buat orang2 yang mengusik ibadah agama lain) coba deh bertanya pada diri sendiri, apa benar tindakan kalian itu berdasarkan kecintaan terhadap agama yg kalian peluk? Menghina agama lain ga masuk surga. Menghina manusia (yang kebetulan memeluk agama lain) juga bukan hal yang mulia. Nggak ada agama yang mengajarkan kebencian, kan..
Dengan tindakan kalian seperti itu, malah agama yg kalian peluk yg kelihatan negatif kan? Mana bawa dan memakai simbol keagamaan pula, meneriakkan asma Allah pula, sedih lihatnya. Apa sih, yang dicari?
Cinta terhadap sesuatu menurut gue nih, bukan ditunjukkan dengan menghina hal lain yang nggak sejalan lho. Contoh bego nih, lo cinta berat sama produk apple, bukan berarti lo hina dina blackberry kan? Masing2 punya nilai positif kok, cuma cara kerja dan penggunaannya aja yang beda2.
Yah, itu mah bego2annya gue aja. Maap ga kepikiran hal lain :D

All I want to say is, peace, love and gaul aja lah!
sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

3 comments:

  1. pas!!!! lagi pingin bahas ini juga. aku link boleh ya neng lita :))

    ReplyDelete
  2. setuju banget nih ma tulisan ini...kenapa sekarang pada ribut masalah beginian c?jadi agen islam yang baik itu lebih bisa menunjukkan bahwa islam kita rahmat untuk seluruh alam dan itu kan bagian dari dakwah juga.

    ReplyDelete
  3. @ Risti, silakaaan :)

    @Resna, ho oh setuju. Yang ada jadi bikin citra Islam adalah agama penuh kekerasan nggak sih, berita2 itu...

    ReplyDelete