Karimunjawa with Kids day 1: Berangkat



Tanggal 29 Dec merupakan hari yang dinanti-nanti oleh Langit. Dari bangun tidur udah ready banget mau ke Karimunjawa, katanya. Padahal kereta kami baru berangkat jam 18.15 sore. 

Sebelumnya cerita dikit ya, jadi berangkat ke Karimunjawa ini emang sedikit nekat. Musim hujan, di tengah liburan tahun baru dan nggak sama bapaknya Langit. Jadi kalo ada yang kepo, ya sudah biarkan aja. Nggak semua orang punya privillege untuk merayakan pergantian tahun lengkap dengan ibu bapaknya, kan? Yang penting izin udah dikantongi, mari berangkat! 

Kami berangkat sama teman-teman gue. Ada Kak Ipong (@ipongita) ex Managing Editor Travelersdaily, Qania (@qhisanak) sahabat di N3 yang doyan jalan (plus keponakannya), dan Dresthi (@dresthikill) sahabat sejak SMA. Tiba-tiba grup ini ketambahan anggota sekitar 5 orang lagi jadi jumlahnya 11 pas kaya mau main sepak bola. 

Kami berangkat dari Stasiun Senen, Jakarta naik kereta ekonomi AC. WHAAAT!? Nggak kesian sama Langit. Uhm, secara Langit dari umur 1 tahun udah biasa road trip ke Pulau Sumatera, insyaallah nggak masalah. 

Lagian anaknya hepi kok :)
 Oiya, perjalanan ini memang diatur ala backpacker. Jadi kami 3 kali ganti kendaraan untuk sampai di Karimunjawa. Kereta Jakarta- Semarang, mobil sewa Semarang- Pelabuhan Kartini Jepara dan kapal Jepara- Karimunjawa. Eh tambah 1 lagi yaitu mobil dari pelabuhan ke homestay. 

Fokus ke day 1, ya. 

Kereta dari Senen jalan jam 18.15 lalu kami sampai di Semarang jadwalnya 00.40. Kenapa jam segitu? Perhitungan waktu telat, macet dkk dari Semarang ke Jepara. Karena kapal nyeberang ke Karimunjawa itu hanya sekali sehari yaitu jam 6.30. Ada dua sih, sama yang express itu jam 10 pagi, tiket express itu sulit banget dapatnya, jadi ekspektasi yang terburuk deh :(

Bedanya kapal reguler dan express yaitu dari durasi perjalanan. Reguler bisa mencapai 5 jam (yoi, 5 jam di kapal men) sementara express hanya 2-3 jam. 

Nah, masalah pertiketan kapal ini udah jadi rahasia umum bahwa susah didapat di TKP. Namun, nggak bisa juga pesan jauh-jauh hari. Lah jadi piye? Ya antre! Pas kami sampai pelabuhan sekitar jam 4 pagi, itu yang antre udah panjaaaaaang.. 

Kiat dari gue berdasarkan kemarin (dan cerita orang-orang sekitar), gunakan jasa calo, orang dalam atau jasa tour guide. Beberapa teman cerita bahwa pernah gagal dapet tiket karena kehabisan padahal udah antre. Setelah ngobrol sama pedagang sekitar, ya sebaiknya memang 'networking' sama mereka-mereka ini supaya lebih mudah. 

Anyway, di kereta Langit baru bisa tidur jam 11 malam. Berarti nggak sampai 2 jam dia harus bangun. Tapi sudahlah, masih untung bisa tidur dianya. Di kereta ini gue makin yakin bahwa motherhood is mastering the art of sleeping. Macam akrobat lah aku ini, mana anaknya udah gede pula :)) 

Main ke gerbong restoran dulu deh biar nggak bosen :)

Sampai di Semarang, kami disambut dengan hujan extra deras. Mampir ke sebuah tempat makan di stasiun dulu karena butuh kopi sambil nunggu mobil sewaan datang. Jam 1-an baru deh cus berangkat menuju Pelabuhan Kartini Jepara, lama perjalanan dari Semarang ke sana sekitar 3-4 jam tergantung kondisi jalan. Alhamdulillah Langit bisa tidur di sepanjang jalan yang mengakibatkan tangan dan paha gue kram karena memangku dia. Haha.

Sepanjang perjalanan, hujan nggak berhenti. Gue deg-degan, karena penyeberangan dari Jepara ke Karimunjawa sering dibatalkan kalau cuaca buruk. 

So here's the thing. Lo nggak selalu bisa nyeberang ke Karimunjawa karena 2 hal. Yang pertama karena tiket dan kedua cuaca. Nah saking seringnya hal ini terjadi, di sekitar pelabuhan banyak homestay murah yang bisa kita sewa untuk menunggu penyebarangan di hari berikutnya. Ingat, dalam 1 hari hanya ada 1x penyeberangan. 

Jam 4-an kami sampai di pelabuhan. Hujan masih deras. Pelabuhan sudah ramai. Kami ngumpul di warung makan, pas banget si ibunya lagi masak dan wanginya enak banget. Makan dah kita! Haha. Anggap aja sahur. Setelah makan, gue sama Langit salat subuh di dekat tempat penjualan tiket, ramenya minta ampun! Kami nggak antre sendiri, karena udah tau agak susah dapatnya. Jadi menggunakan jasa Mas Guntur, yang suka bantu perjalanan backpacker. 

Sampai tiket di tangan, cuaca masih kurang mendukung. Hujan sempat berhenti, tapi awan gelap masih nampak. Gue cuma mikir, gimana ini di penyeberangan nanti? 

Sebelum berangkat, Langit gue minumin antimo anak supaya dia tidur daripada mual karena durasi dan cuaca buruk. 

Jam 6.30 kami naik ke kapal. ASTAGA udah penuh banget! Tapi alhamdulillah kami dapat di geladak kapal jadi di lantai paling atas yang berupa ruang terbuka tapi ada atapnya. Enak sih, malah lebih nggak pengap.

Kami dapat 1 island meja dan 4 kursi, masing-masing kursi bisa buat 2 orang. Lha sisanya taro mana? Sewa tikar! 

Uhm, jadi ya di kapal nyeberang ke Karimun Jawa ini lo mau backpacker kek, bawa koper kek, pake sandal gunung kek, sepatu adidas kekinian kek, ya sama aja kalo udah di laut di atas 5 jam: ngampar di bawah. 


Setelah sewa tikar, gue memutuskan untuk duduk di bawah aja, enak soalnya bisa tiduran. Menurut lo, kalo abis minum antimo gimana? Pas kapal berangkat, Langit langsung tidur. Gue juga, tidur-tidur ayam tapi lumayan ngecharge tenaga. 

Ngasih tau aja sih nih, duduk di kursi memang tampak lebih beradab, tapi di kala ombak besar seperti kemarin kalo nggak jackpot sih jago. Cowo-cowo garang di sekitar kami kemarin aja banyak yang 'nyembah tong sampah', hihi. Dan akhirnya ngeletak di lantai kapal juga. 

Oke, kesimpulan untuk  berangkat ke Karimunjawa (plus bawa anak) :
- Travel light. Gue cuma bawa 1 carrier isi baju gue+Langit, 1 tas buat barang pribadi (dompet, kamera, dkk) dan 1 ransel Langit isi cemilan, buku bacaan Langit dan mainan. 


- Bekal Antimo dan Tolak Angin itu penting. Mau lo bilang bukan tipe yang mabokan, tapi lebih baik tidur deh di kapal. 
- Pergi sebaiknya jangan di musim hujan, rawan cuaca buruk. 
- Tiket kapal yang susah didapat itu, sebaiknya pake 'network'  lah daripada sampe sana nggak bisa berangkat? 
- Kalau pake sistem 'ngeteng' alias nyambung-nyambung moda transportasi kaya gue, pake baju senyaman mungkin. Nggak usah gegayaan dah ntar malah ribet nggak bisa tidur di jalan. 
- Siapkan stamina karena di jalan aja udah cukup panjang waktunya. Kalau naik pesawat bisa juga ke Semarang tapi tetap jalan darat ke Jepara kemudian nyeberang ke Karimunjawa. Sekarang ada pesawat Susi Air buat nyeberang juga, tapi gue nggak sempat browsing deh. 
- Buat ibu-ibu, siapkan stok sabar dan hati yang bahagia. Gue percaya bahwa kadar rewelnya anak itu tergantung dari kita, emaknya. 

Ih kok Lita tega amat ngajak anak perjalanannya kaya gitu? 
Pertama, nggak semua orang punya privillege untuk bawa anaknya dalam kenyamanan terus menerus. Kedua, gue memiliki kepercayaan yang cukup tinggi bahwa Langit akan menikmati perjalanan ini sama seperti gue menikmatinya. Dan alhamdulilah, terbukti :)



Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

14 comments:

  1. Booook.... limaaaaaaaaaa jaaaaaaaaaaam..... hahahhaaa.... belom apa2 kok, gue udah mabok duluan, Lit. Soalnya waktu ke pulau pelangi aja gue udah mabok laut, hehehee. Beberapa waktu lalu ada temen yg ke sana juga, pas gue tanya gimana kalau jalan bareng anak, dia pertimbangannya juga soal penyebrangan ini. Tp pasti semua 'kebayar' saat udah di laut, ya. Btw, biayanya manaaaa? Paling penting ini.... hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sabar buuuuk... ini udah jadi semua tulisannya kooook

      Delete
  2. 'nggak semua orang punya privillege untuk bawa anaknya dalam kenyamanan terus menerus.'


    ini banget. inget banget pas 'bangun' maraca, Kami tidur di tempat sholat. :')

    ReplyDelete
  3. ini mah kalau aq bukan kasian tapi kereeeennn!! apalagi kalau anaknya punya jiwa2 petualang/traveler bisa dilatih sejak dini tuh.

    tapi kalau ngebayangin perjalanan ke karimun jawa emg kayaknya masih pe-er bgt yaa, krna banyak jalan daratnya yang bukan pake kereta, di lautnya pun lama.

    aq malah punya impian kalau punya anak nanti dan kalau udah gedean buat diajak pergi pertama yg aq pengen kenalin adalah naik bis ekonomi buat mudik jakarta-kebumen, 7 jam doang harusnya sih sipirili. wkwkwkw...

    ReplyDelete
  4. Ya ampun mba, aku bacanya sambil deg-degan bayangin

    Kalian HEBAAAAAAAAAAAAAT!

    aku mah remah remah klo suru backpacker gitu ga akan brani ahahha

    ReplyDelete
  5. keren banget Mbak Lita!! Langit juga strong ya!!
    aku pun punya cita-cita bisa ngajak anak maen backpackeran gini, karena hidup ga selalu di ataskan ya :) (brb cari suami dulu :))) )

    ReplyDelete
  6. Seru amat yaaaaaa😍😍😍

    ReplyDelete