Menanti Hujan

Kemarau terasa begitu panjang,
Tak berujung

Tak kenal lelah ia menanti datangnya Sang Hujan
Duduk di kursi tua berderit teras rumah,
Termangu di depan jendela dengan gorden hijau,
Sampai tertidur di sofa empuk depan televisi yang menyiarkan berita korupsi di negeri ini

Tapi hujan tak juga datang.

Pagi ini, langit memuram
Awan-awan gelap beriringan menutupi sinar mentari
Ia telonjak,
Akankah hujan turun hari ini?

Jantungnya berdegup kencang,
Hatinya membuncah seiring bunyi gemuruh dari kejauhan

Harapnya terkabul,
Dahaganya terpuaskan
Diawali dengan tetesan lembut,
Air dari langit kemudian jatuh dengan derasnya
Membasahi pohon, tanah, dedaunan dan ia sendiri

Perempuan itu menari menyambut hujan
Perempuan itu bernyanyi diiringi rintik hujan
Yang kian lama kian terdengar merdu

"Ah, hujan, lama sekali kita tidak bersua..", ucapnya sendu
Sesendu wajahnya yang dihias oleh air hujan bercampur dengan air mata..


sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment