Halo 2020, 3 Bulan Kemudian

Kata orang, time flies when you're having fun. Nah, kalo kita sudah mengalami begitu banyak kejadian tapi waktu baru berjalan sebentar itu apa artinya kita nggak having fun?


Buat gue pribadi, tahun 2020 ini, menakjubkan. Menakjubkan dari sisi, ketika melihat ke belakang, "LAH KOK BARU 3 BULAN NIH 2020?!"

Januari 
Wajah kami saat belum mandi dari 31 Desember sampai 2 Januari. LOL.
2020 diawali dengan banjir. Banjir paling gedeeeee setelah sekian lama nggak banjir. Gue tinggal di rumah yang sekarang ini udah hampir 4 tahun dan nggak pernah mengalami banjir. Secara rumah gue pas di tanjakan. Tapi di tanggal 1 Januari pagi, dikagetkan dengan kedatangan saudara yang tinggal di komplek sebelah ngungsi karena rumahnya kebanjiran. Pas gue tengok depan pagar, wow, banjirnya udah sampe 2 rumah sebelum rumah gue! 

Rumah gue persis di depan mobil silver sebelah kiri foto
Setelah banjir, di bulan Januari gue sempat jalan-jalan sama Langit ke Yogya. Menghabiskan waktu sekitar 5 hari di sana.

Akhirnya cita-cita Langit lihat Borobudur secara langsung TERCAPAI!

Tuh ya, Januari gue pribadi aja udah ada 2 hal besar yang memorable.

Februari

Ulang tahun. Ahelah, shallow banget ya? Walaupun gue nggak yang merayakan ultah gimana-gimana, tapi tanggal ultah tuh gue jadikan salah satu momen pengingat aja dalam hidup.

Langit Si Tiap Tahun Beliin Kue Buat Ibu Pake Duitnya Sendiri :')
Makanya gue inget banget, setelah gue ultah ada 1 lagi banjir gede yang mirip seperti tahun baru kemarin. Luar biasa bukan?

Kelihatannya cetek ya? Jalanan di situ tanjakan, depan rumah yang cat hijau itu sepaha orang dewasa
Jadi moderator di event Single Moms Indonesia dan Klikum. Tentang Single Moms Indonesia, gue pernah nulis obrolan gue dan Maureen, founder-nya, di sini. 


Sementara Klikum adalah platform/ wadah berbagi masalah hukum dengan gaya casual yang digagas oleh Mido dan kawan-kawan pengacaranya. Follow dong, sis, @klikum.

Ini sebagian bapak-bapak pengacara di balik Klikum
Di bulan ini juga pembicaraan mengenai Corona mulai rame diobrolin di mana-mana. Di beberapa negara tetangga terdekat Indonesia, Singapura salah satunya, udah mulai ditemukan pasien yang positif.


Tentunya hal ini bikin gue deg-degan karena..

Maret

.. di bulan ini harusnya gue nonton Greenday di Singapura. Band yang terakhir (dan pertama kali) ke Indonesia di tahun 1993, dan tentu saja saya tidak nonton. Bukan karena nggak boleh karena masih piyik, tapi juga kaga ada duitnya. Wkwkwk.

Setelah nunggu 27 tahun, harusnya nonton dong ya. Tiket konser udah beres, hotel aman, pesawat juga. Seminggu sebelum tanggalnya, konser dibatalkan. Walaupun nggak dibatalkan juga keliatannya gue nggak berangkat, sih. Pas banget di Singapura lagi rame-ramenya Corona. Kayaknya egois banget kali gue tetap berangkat. Andai gue kuat-kuat aja, masi ada kemungkinan gue jadi carrier kan? Naudzubillahimin dzalik.

Pengumuman pembatalan yang baru keluar 28 Feb, H-9 T__T
Ndilalah, awal Maret pemerintah Indonesia mengumumkan kasus positif Corona. Jumlahnya terus bertambah, sampai hari ini di angka ribuan (dan disinyalir, angka sesungguhnya ada berlipat-lipat. Wallahualam).

Pertengahan Maret, tepatnya 16 Maret 2020, jadi hari terakhir gue menikmati perjalanan Bekasi- Sency. Hari itu kami memutuskan bahwa ranah sosmed bisa dilakukan secara remote alias kerja di rumah, kecuali ada beberapa anggota tim yang memang bertugas merekam siaran TV harus terus bertugas. 

Situasi Senayan City di 16 Maret hari terakhir gue ke kantor. SEPI BANGET :'(
Sampai hari ini, 9 April 2020, artinya udah 23 hari gue di rumah. Dan di rumah ini, gue menyikapi dengan serius. Bener-bener di rumah aja, not even keluar pagar. LOL.

Pemandangan harianku selama 3 minggu ini
Walau akhirnya perdana keluar pagar seminggu yang lalu karena ada penyemprotan disinfektan dan 2 hari belakangan ini muter-muter naik mobil (nggak turun sama sekali) sama Langit.

Kantor gue terakhir diumumkan, bekerja di rumah sampai tanggal 19 April. Dengan perkembangan yang ada saat ini, entah akan gimana. Tapi yang jelas, kerjaan sih nggak berubah. Masih gas teruuuus!

April

Bulan ini baru jalan 9 hari. Jumat 3 April kemarin tiba-tiba dikabari pihak sekolah Langit kalau hari Senin, 6 April, ujian akhir sekolah. WEW.

Masih bersyukur, ujian sekolah Langit hanya praktik aja, nggak ada ujian tertulis. Jadi misal IPA membuat maket dan rangkaian listrik, Bahasa Indonesia bikin pidato lalu dipresentasikan, dsb. 

Yah begitulah kami di rumah :")
Sejak bulan Februari, gue emang udah niat: pas Langit ujian akhir, mau cuti biar fokus nemenin dia belajar. Kebetulan cuti bawaan dari 2019  gue yang harus habis bulan Juni juga masih banyak. Eh, beneran dia ujian bisa ditemenin. Walaupun kondisinya tidak ideal, tapi maksudnya sama. Tuhan punya rencana.

Bulan ini juga Langit ulang taun tanggal 25 nanti. 12 tahun. Udah besar, anak gadis. Oiya, tanggal itu juga Ramadan dimulai.

Memang kondisi saat ini nggak mudah buat kita semua. Udah banyak dengar cerita sedih ,mulai dari pengurangan karyawan, bisnis merugi bahkan minus, belum lagi mereka yang mencari penghasilan di 'jalan', dsb. Tapi gue cuma mau bilang supaya..

mau gimana lagi :"
Semoga bulan Mei dan bulan-bulan berikutnya, hanya ada kabar baik. Di mana kita bisa bilang, "Wah nggak kerasa ya, tau-tau udah mau tahun baru", yang mana artinya, kita bersenang-senang sehingga waktu cepat sekali berlalu. Semoga. Aamiin.


nenglita

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

2 comments: