Bali with Langit day 4: Devdan Show


Pagi ini jadwalnya balik ke Denpasar dari Lembongan, karena nanti malam mau nonton Devdan Show!

Pagi bangun, anak-anak udah ribut minta berenang perpisahan. Duile. Haha. Sarapan dulu, berenang sebentar terus beberes dan nyeberang deh!

Sampai di Sanur, Langit masih galau. Pengin ikut balik lagi sama kapal Sunrise ke Lembongan. Hatinya tertinggal di sana, rupanya.

Dari Sanur, kami menuju ke Krisna dulu tempat standar untuk beli oleh-oleh. Walaupun masih 3 hari lagi pulangnya, tapi daripada besok-besok nggak keuber, mending beli dari sekarang. Setelah bebelian, makan siang di Ayam Betutu lupa namanya apa. Haha. Duh, efek nulis blog setelah berjuta tahun cahaya, nih!

Terus gue balik dulu ke rumah sepupu buat istirahat bentar sebelum sorenya ke Nusa Dua buat nonton Devdan. 


Nah, this is the interesting part: Devdan Show.

Jadi, tahun 2013 gue nonton Devdan Show waktu ada trip sama Orang Tua Grup. Gue terpesona banget dan benar-benar puas nonton ini. Nggak pernah kebayang bakal ngajak Langit ke sini. Secara yaaaaa nggak kebayang aja gitu.

Pas sebelum berangkat ke Bali dan nyusun itinerary, gue iseng nyebut Devdan Show. Lalu gue kasih unjuk kaya gimana Devdan Show itu. Langit tertarik. Malah excited! Akhirnya gue search tiketnya, kan. Uhm, mayan juga harganya. LOL.

Tapi karena gue inget gimana amaze-nya gue sama show ini, dan gue ingin berbagi perasaan itu sama Langit, okelah, kita bungkus! Udah gue ceritain kan, ya, gimana Langit dan museum serta pertunjukan-pertunjukan begini? Hehe.

Benar aja, sepanjang show Langit terpesona sama penampilan para pemain Devdan Show. Tariannya, pakaiannya, aksinya, lagu-lagunya, sampai jokes-nya, dia suka semua! Aduh, gue bahagia banget! 



akrobatnya mereka latihan dan pake standarnya Cirque de Soleil
Jadi, Devdan Show ini adalah paduan seni tari, drama, musikal dan akrobatik. Bercerita tentang 2 anak yang berkelana keliling Indonesia, mengenali budaya Indonesia lewat tarian, lagu, musik, budayanya. Dikemas secara menarik dan atraktif, dan bikin kita yang orang Indonesia bangga banget karena Indonesia punya banyak budaya yang keren-keren. Sementara penonton asing, bakal berdecak kagum dengan aneka seni yang ditampilkan. Btw, pengunjung lokal malam itu kayanya ga sampe 10 orang deh! 😅


w nggak ambil foto banyak-banyak, soalnya terlalu sibuk terpesona!
Setelah pertunjukan, Langit minta foto sama pemain-pemainnya. Kebetulan memang disediakan area untuk berfoto bersama para performer-nya. 


Sedikit catatan buat yang mau nonton Devdan Show:

  • Beli tiket secara online lebih baik. Karena kadang ada rombongan besar yang sudah book tiket jauh-jauh hari lewat travel. Gue kemarin beli lewat Joglo Bali Tours, reccommended, kok. Harga tiket dewasa 350 ribu, anak-anak 200 ribu untuk kategori B. Kategori B ini sekaligus dapat fasilitas antar jemput di lokasi yang sudah ditentukan. Tapi gue kemarin akhirnya bawa mobil sendiri, sih. 
  • Pilihan duduk ada beberapa kategori. Gue pilih B karena harganya di tengah-tengah, posisi duduk juga ok. Gue ke dua dari depan pas posisinya tengah. Sementara Kategori C rada serong. Tapi karena ruangan nggak terlalu besar kapasitasnya, serongnya nggak mengganggu kok. Masih okelah. Kategori 1 lagi, A kalo nggak salah posisi duduknya di tengah persis. Jadi jarak pandang lebih luas. 
  • Pertunjukan hanya ada hari Senin dan Rabu, Sabtu kalau nggak salah harus dikonfirmasi dulu. Satu hari, satu pertunjukan yaitu jam 19.00. 
  • Lokasi pertunjukan di Nusa Dua, tinggal search Google Maps Devdan Show, bakal nemu deh. Gue aja berhasil nyetir sendiri ke sana kok. 
  • Selama pertunjukan, pengambilan gambar baik foto dan video diatur. Jadi ada sesi di mana kita hanya boleh motret, ada yang boleh video. Ada yang sama sekali nggak boleh motret, apalagi merekam video. Gue sempat kena tegur sama petugas gara-gara ngerekam. Bukannya ngeyel, tapi karena gue fokus ngeliatin panggung jadi pengumuman bahwa nggak boleh merekam yang ada di screen samping panggung nggak kelihatan. Hehe.  Ini malah udah longgar banget, lho. Pertama kali ke sini, malah sama sekali nggak boleh foto atau video. 
  • Masuk ke dalam area pertunjukan nggak boleh bawa makan/ minum
  • Pertunjukan selama kurang lebih 2 jam, jadi keluar dari sana dijamin lapar. Tinggal melipir ke salah satu resto yang ada di Nusa Dua sih, banyak banget kan.

Overall, Langit puas banget nonton ini. Gue puas juga karena bisa nonton lagi, dan berbagi perasan yang sama dengan Langit. We are beyond happy!

Pulang dari sana, alhamdulillah nggak nyasar. Thanks alot buat pencipta GoogLe Maps.

Hari ke-5 jadwal masih kosong, tapi ternyata jadwal kosong malah berakibat fatal dan penuh petualangan! Haha, see you di blog post selanjutnya, ya :D

Baca juga perjalanan kami di hari 1, hari 2, dan hari 3, ya!

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment