Mengecilkan Pori-pori, Memang Bisa?


"Gue mau pori-pori muka gue kecil"

Sering banget nih, gue dengar kalimat ini. Bahkan dari otak gue sendiri. Secara ya, seumur hidup selalu memandang kulit wajah sendiri itu oily, pori-pori gede, dull, dan teman-temannya. 

Nggak heran gue selalu tergoda sama produk yang klaim bisa bikin pori mengecil, bahkan menghilang! Padahal kalo dipikir ya, pori-pori menghilang, kulit muka gue ga bisa napas  dong. Hehe.

Btw jawaban atas pertanyaan di judul: Pori-pori nggak bisa dikecilin, bisanya DIBERSIHIN!

Beberapa tahun yang lalu gue mulai rutin melakukan double cleansing. Gue pernah share mengenai hal tersebut di sini.Sekarang sih, kulit nggak licin-licin amat. Pori-pori masih kelihatan jelas. Tapi lumayan lebih sehat kelihatannya :)

Lumayan lah ya?
 
Memang, kalau berdasarkan beberapa teman yang skincare enthusiast, langkah paling mendasar buat kulit adalah membersihkan. Selanjutnya, melembapkan.

Waktu roadshow [ceile roadshow] buku gue Survival Guide Book for Girl, my dear friend @deszell yang skincare addict dan kulitnya bagus banget itu berulang kali bilang, kalau ada yang mau kulitnya bagus nggak usah macam-macam dulu deh. “Membersihkan kulitnya udah bener belum?”

Gue sih masih nggak yakin kalau cara membersihkan kulit gue udah benar banget. Tapi seenggaknya sampai saat ini yang gue lakukan dan udah mendapat manfaatnya adalah:

Pagi:
Cuci muka pakai pembersih muka yang low pH. Banyak teman yang nanyain langsung mereknya aja, supaya gampang katanya. Hehe. Nah, yang gue pakai buat pagi adalah Tosowoong Enzyme Powder Wash. Bisa dibeli di online shop-online shop terkemuka. Sebaiknya sih, yang terpercaya, ya. Kalau di Instagram rajin cek @beningbersinar atau @esiotrot.


Malam:
First cleansing pakai cleansing oil. Sejauh ini favorit gue adalah Muji for Sensitive Skin. Sudah habis entah berapa botol. Sayangnya nggak ada di sini, jadi belinya nitip sama teman yang ke lagi ke Malaysia/ Singapura/ Jepang.

Muji yang tengah tuuuh

Kalau berasa kulit muka lagi kotor banget, maka gue pake micellar water dulu biar kelihatan kotoran yang terangkat itu seberapa banyak. Ini sugesti aja sih, karena micellar water kan pakai kapas, ya, jadi kelihatan seberapa kotor kulit kita. Setelah itu baru dilanjutkan dengan cleansing oil.

Second cleanser, gue pakai facial wash biasa. Merek yang gue pakai biasanya bergantian aja antara Hadalabo Mild Peeling Facial Foam atau Loreal Revitalift. Dan yang baru coba kemarin Hadalabo Goku-jyun Hatomugi. Ini sebenernya salah beli, karena nggak bisa Bahasa Jepang dan nggak browse dulu, ternyata Hadalabo yang ini buat kulit berjerawat. Makanya nggak gue pake sering-sering, secara gue nggak berjerawat.


Seminggu 2 kali gue gantian second cleanser pake Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing [namanya panjang amaaat]. Ini gue cinta banget deh, sesuai sama namanya yaitu pore cleansing, setelah cuci muka pake ini sumpah itu pori-pori SUPER BERSIH BANGET.

Dia ada seri clay mask-nya juga, pernah gue tulis di sini.

Terus seminggu sekali gue peeling pake Bio Essence yang cukup mild tapi kemampuan ngangkat kulit matinya oke juga. Perkara peeling sih, pernah nulis di sini juga tentang Novexpert Peeling Night Cream dan Alpha H :D


Beberapa teman ada yang bilang ribet amat skincare gue. Deuh, belum baca dia obrolan gue sama @irawatysarah tentang skincare Korea yang bisa sampe 17 tahap!

Mengenai proses membersihkan kulit, banyak yang merekomendasikan untuk pakai pembersih wajah dengan pH rendah supaya bikin kondisi kulit kita jadi seimbang. Penjelasan ilmiah sih, banyaaaaak bisa lo temuin, tinggal search aja kenapa harus pakai produk pH rendah/ kenapa kulit kudu dijaga keseimbangan pH-nya.

Kalau secara praktik nih, yang paling jelas terasa sih, saat kita pakai pembersih yang pH-nya tinggi, itu kerasa kulit kita kaya 'ketarik' kencang. Nah, konon, rasa 'ketarik' ini sebenarnya adalah saat di mana acid mantle atau pelindung terluar kulit kita dalam kondisi yang nggak balance. pH kulit yang nggak seimbang bisa bikin kulit gampang iritasi, dehidrasi, gampang jerawatan, dan seterusnya.

Selain proses pembersihan, jangan lupa dilembapkan, ya. Nah, ternyata nih, di usia kita [KITAAAA/!] masih ada teman-teman gue yang nggak pake pelembap karena “lengkat” atau “kulit gue berminyak”. Hemm.. tahukah Anda? #ajiyeeee

Bahkan kulit berminyak pun perlu banget untuk dilembapkan. Karena kalau nggak pakai pelembap, kulit lo bisa dehidrasi. Nah, kulit yang dehidrasi ini bikin wajah kita kusam, nggak sehat dan nggak menutup kemungkinan pori-pori menganga.

Tentang lembap melembapkan, bersambung aja yaaaa :)

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

No comments:

Post a Comment