Menduakan, Diduakan, Menjadi yang Kedua

Rame2 soal poligami, apalagi ada salah 1 pejabat yang keparat itu mengeluarkan statement menyetujui hal ini bikin gue gemes gila.

Menduakan
Jaman pacaran sih boleh2 aja ya, walaupun gue tidak melakukannya. Setia? Nggak juga sih, menurut gue, menduakan itu perilaku nggak adil.
Pernah sih nakal2 sedikit, itu pun gue anggap sebagai jalan terakhir karena pacar (waktu itu) nggak mau putus2 juga. Aneh ya, alasannya? But yes, that's me.
Gue sangat2 tidak suka dengan menduakan ini. Sahabat2 gue (yang kebetulan jaman single) banyakan laki tau itu. Sekali ketauan mereka menduakan pacarnya, bisa kena sentil sama gue. Gue akan selalu bilang, "gue ini sahabat lo, cewe, nyokap lo cewe, (dan kebanyakan dari sahabat gue ini) punya saudara cewe. Kalau gue atau mereka yang diduakan, lo senang?".
Alhamdulillah sih, pada lempeng2 aja. Yah nakal2 sedikit, gpp juga. Namapun anak muda. Dan skg sahabat2 gue menikah dengan perempuan2 yang benar2 mereka cintai (yes, I know them so well so I can see from their eyes/ what they said).

Lesson learned.
Pria menduakan cinta is a lame! Kalau mau tegas. Selesaikan dulu yang 1 lalu pindah ke yang lain. Nyesel? Ya itu risiko yang harus lo tanggung. Kan elo yang mau?

Diduakan.
Pernah diduakan? Umm, waktu jaman pacaran nggak pernah. Gue galak bok! Ketauan mereka flirting dikit aja, abis sama gue. Mengutip kakak gue ngomong sih, "pacarannya sama bekas satpam ya begitu deh".
Nggak sih, gue ga galak. Cuma ya itu, gue tegas. Once gue tau ada yang salah atau sedikit mencurigakan, lo harus pilih. Gue atau dia? Atau mau pernah lebih jahat lagi, I did the same thing. Jalan sama pria lain. 1 sama tho?!
Gue sangat tidak menolerir masalah pendua2an ini. Call me conservative, but all I know is in a relationship there's only 2 persons allowed. Bukan 3, atau lebih. Jika lebih dari 2, PASTI salah satu hanya birahi atau bego2annya aja.

Lesson learned.
Perempuan jangan mau dibodohi. Gue ga tau bagaimana suami gue saat ini. But all I know is, I trust him the way he trusts me.
Yang perlu diingat, relationship itu seperti melihat bayangan lo dalam kaca. Saat elo berpaling, maka bayangan dalam kaca juga akan berpaling. Tapi selama elo menatap ke dalam kaca dan tersenyum, maka bayangan dalam kaca akan melakukan hal yang sama.

Menjadi yang Kedua.
OMG, this is sooooooo stupid! Extremely moron, I can say. Jaman single pernah dong ada pria yang udh mo kawin deket2in gue. Layanin aja dulu, pas dia bilang, "nanti kalo aku nikah, aku ga mau hubungan kita berubah". Preeettt! Enak aja, lo pikir lo segitu hebatnya sampe bisa punya 2 perempuan dalam hidup lo? Nope honey, you're not that special.
Pernah sih jalan sama pacar orang, tapi itu juga status gue masih pacar orang :))
Lagian apa enaknya jadi yang kedua, ketiga, dan seterusnya *idih amit-amit*. Selama hidup lo, lo cuma jadi yang kedua, nggak diprioritasin. Gue rasa semua manusia di muka bumi ini selalu pengen jadi yang pertama deh, terutama dalam urusan cinta2an.
Apalagi yang istri kedua, hiiih, gue sih kebayangnya seumur hidup bakal dihantui perasaan bersalah dan khawatir kalau2 si laki2 ternyata punya yang ketiga atau seterusnya.
Dan perempuan2 (atau ada juga laki2?) yang menjadi kedua, please get a life! Dunia ga selebar daun kelor, masih banyak ikan di laut, kenapa lo harus ngambil ikan yang udh nyangkut di mata kail? Pernah nggak kalian mencoba berada di posisi orang yang diduakan? You just don't know how much it hurts, berapa besar kerusakan yang telah lo lakuin dan berapa banyak anak kehilangan figur ayah (terkadang juga ibu, karena si perempuan yang diduakan keburu stres misalnya) karena kelakuan kalian.

Lesson learned.
All I can say, if a man can't be with u all the way, it means that he doesn't love u that much.
Dan menurut gue, semua perempuan berhak mendapatkan yang terbaik untuk hidupnya.
Kepikir ga, dengan segampang itu dia ngomong maka suatu hari nanti dia bisa ngomong hal yang sama dengan perempuan lain? Don't be a fool.

"Bila tak lagi kau resapi, cinta hanya 'tuk dua hati.."
-Sudah Berlalu, Iwan Fals
sent from my Telkomsel Rockin'Berry®

Lita Iqtianti

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

7 comments:

  1. Iya, kok pada ngomongin poligami sih? emang siapa sih pejabat yang ngomong mendukung poligami? *campuran antara muka polos, kepo, dan kuper :P*

    ReplyDelete
  2. Itu tuuuh, pejabat yang gw kira otaknya doang yang tumpul ga taunya pejahat kelamin juga -____-'

    ReplyDelete
  3. tulisan mu mb.. sungguh...
    tp knp msh sj ada perempuan yg menghalalkan segala cara utk mendapatkan lelaki yg bahkan skrg sudah mempunyai istri.
    hingga membuat suami lupa sama sekali thdp istrinya.
    astaghfirulloh..

    ReplyDelete
  4. Ilmi, perempuan (dan lelaki) kaya gitu kayanya ada yang salah sama otaknya *begidik*
    Mudah2an kita dijauhkan dari yang begitu2 ya... *knock2 on the wood*

    ReplyDelete
  5. mb.lit.. dr kmrn cb komen kog syusyeeehnyee. hape jadul kali yee. hehe.
    hwaaaa mb.lit..
    ak punya crt ttg org yg otakny g beres itu..
    mrk bru nikah 4bln tp cm bs hdp normal cm 10hr awal pernikahan.
    selebihny sampe skrg suaminya 'sakit'. dibuat lupa ma dia. oleh org yg g waras itu. entah sampai kpn dia bs bertahan..
    mohon doanya y mb. smg dia bs survive ngejalanin ujian Nya.

    ReplyDelete
  6. yess bs komen.. ternyata si pintar ku msh berguna jg.
    hehehe..

    ~komentar g jelas abaikan saja.. xixixi :D

    ReplyDelete
  7. Ilmi, itu sakit jiwa namanya! :)) *maap baru reply ketauan ga jarang buka2 blog, hahaha*

    ReplyDelete