Nikmati Sekarang, Rencanakan Masa Depan

Waktu usia 20-an, gue suka ngebayangin orang yang usianya 30-an itu udah tua. Eh, dewasa, deh. Kalo perempuan, pasti udah ibu-ibu banget, gitu.

Ngaku masih 20-an ya nggak mungkin, secara anaknya 11 tahun. Hitung mundur moso punya anak usia 19 tahun?

Seiring berjalannya waktu, here I am, di usia 30 something (teteub nggak mau menyebutkan secara gamblang usianya. Haha), punya anak usia 11 tahun, punya anak buah yang lahirnya pas gue lulus SD dan ada yang masih SMA di kala gue udah kerja di tempat pertama gue. Udah tua!

ah, masih kelihatan seumuran lah ya #denial
Karena kapok nggak mau lagi bilang "waktu cepat banget berlalu, ya", maka gue udah sering mikir dan merencanakan kalo usia 50-60 nanti gue mau kaya gimana.

Secara fisik dan penampilan, gue sih maunya kaya Gwen Stefani, Jennifer Anniston, atau Madonna, gitu ya, yang tetap bugar di usia 50 tahun ke atas.


Kaget kan, kalian, begitu tahu 3 cewek keren di atas usianya udah di atas 50?

Selama ini, gue percaya kalau urusan fisik nggak cuma perkara lo rajin olahraga, makan sehat, dan istirahat cukup doang. Ternyata, kalau mau diurut ke belakang, masih ada urusan kesehatan mental, yang seringkali berkaitan dengan kesehatan finansial.

Sebelum jauh ngomongin kesehatan finansial, gue kemarin ini baca bahwa ada beberapa penyakit tidak menular yang justru menjadi penyebab kematian tertinggi. Sebut saja cancer, penyakit kardiovaskular, atau diabetes. Tiga penyakit ini, di tahun 2018 termasuk dalam 4 penyebab kematian tertinggi di dunia. Satunya lagi penyakit yang terkait dengan pernafasan.

Tiga penyakit ini bisa dibilang sumbernya dari dalam diri sendiri, kan, bukan yang ditularkan oleh orang lain. Bisa dari gaya hidup, pola makan, atau pikiran.

Contoh paling gampang, bokap gue. Alhamdulillah sih, bukan terkena 3 penyakit di atas. Tapi gue mau cerita gimana pikiran bisa jadi sumber penyakit. Beberapa tahun lalu, bokap gue pensiun. Seumur hidupnya, bokap gue kalo sakit tuh palingan cuma demam, batuk pilek, padahal beliau orang lapangan. Kerjanya banyak di luar ruangan, gitu. Setelah pensiun harusnya kan enak, ya, bisa istirahat. Nah, buat orang yang tadinya luar biasa aktif, punya banyak waktu luang rupanya malah bikin hal-hal yang tadinya nggak kepikiran jadi dipikirin. Dua atau 3 bulan setelah pensiun, doi masuk RS, dong. Dirawat sekitar seminggu, kalo nggak salah inget karena demamnya tinggi nggak turun-turun tapi bukan DBD atau tifus.

Atau cerita gue sendiri, deh. Gue tuh bukan orang yang bisa meluapkan perasaan gue ke orang lain. Seringnya emosi gue pendam, dan pura-pura bahagia. Sekitar 3 tahun yang lalu, saat kondisi pikiran gue ternyata lagi kacau-kacaunya, tau-tau sekujur badan gue muncul bilur alergi. Puncaknya, jam 3 pagi pingsan depan kamar, nggak ada yang dengar, dan gue bangun sendiri. Kesian amat ya, dari pingsan jatoh ke lantai kepala ngejeledak lantai, sendirian, sadar dari pingsannya juga sendirian. LOL. Pernah juga tiba-tiba vertigo menggila. Keringet dingin sampe menggigil, nggak bisa bangun, bahkan kepala berubah lokasi aja gue muntah.

Dalam psikologi, hal ini dinamakan psikosomatik. Psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh hingga memicu munculnya keluhan fisik. Psikosomatik berasal dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma). Gangguan psikosomatik tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Iya, bok, anak-anak juga bisa. Inget nggak, Langit pernah dirawat di RS karena leukosit tinggi padahal nggak ada infeksi? Setelah gue baca dan tanya sama yang tahu (alias dokter), leukosit tinggi juga bisa terjadi jika seseorang dalam kondisi stres/ banyak pikiran.

Anak-anak apa sih, yang dipikirin? BANYAK! Pelajaran, masalah dengan teman, keluarga, dsb.

Gue rasa lo juga pernah dengar/ punya cerita yang mirip kaya gini, deh. Ada yang kalo stres asam lambung naik, bolak balik pipis, dsb.

Nah, Sun Life baru saja meluncurkan campaign terbarunya yaitu #livehealthierlives. Sebuah kampanye yang mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan kesehatan mereka sejak dini. Dari campaign ini, gue baru tahu bahwa masalah finansial merupakan salah satu penyebab stres yang kronis. Maksudnya, secara kasat mata gue tahu, bahwa nggak punya duit itu bikin orang musuhan sampe bisa membunuh, tapi kalo masalah finansial ternyata sumber stres kronis, aku baru tahu!



Sebagai gambaran, pada pernikahan, nih. Di Indonesia sendiri, kalo gue baca-baca, faktor ekonomi merupakan salah satu penyebab perceraian yang tertinggi. Gue pribadi menganggap dalam pernikahan, masalah ekonomi harusnya bisa didiskusikan dan dicari jalan keluarnya bersama. Tapi sayangnya, kalo dari beberapa data yang gue baca, faktor ekonomi ini sering berujung pada tindak kekerasan dalam rumah tangga alias KDRT. Nah, bisa ditarik kesimpulan, kan, ya, bagaimana masalah keuangan bisa bikin pikiran seseorang kacau?


Sementara di produktivitas kerja, sebuah penelitian bilang bahwa, ⅓ pekerja yang punya masalah keuangan, performa kerja terganggu.

Lalu, apa hubungannya dengan cerita pembuka tentang bagaimana gue membayangkan diri sendiri di usia senja nanti?

Sebuah studi berjudul Healthy, Wealthy and Wise: Retirement Planning Predicts Employee Health
Improvements menemukan bahwa orang-orang yang memiliki perencanaan keuangan dan
mempersiapkan masa tua, cenderung mengambil langkah hidup sehat untuk menjaga kesehatan fisik mereka.


Artinya, ketika seseorang memiliki kesadaran akan pentingnya memiliki masa depan yang baik, ia akan mempersiapkan kebutuhan dasar berupa kesehatan fisik serta finansial, dengan lebih matang.

Kalo kata Mbak Roslina Verauli, “Manusia memiliki kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk mencapai aktualisasi diri dan kebahagiaan. Kesehatan fisik dan keamanan finansial menjadi kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, agar seseorang dapat memenuhi kebutuhan selanjutnya, yaitu relasi positif dan meraih performa terbaik mereka. Sehingga, ketika seseorang telah memenuhi kebutuhan dasar berupa sehat fisik dan finansial, peluang mereka untuk mendapatkan hubungan keluarga dan relasi yang baik akan semakin tinggi, begitu pula dengan kesempatan mereka untuk mencapai potensi terbaik diri mereka”.



Nah, ini alasan kenapa kampanye kesehatan yang diinisiasi Sun Life menjadi sangat relevan, dengan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yang sayangnya saat ini mulai kerap diabaikan.

Gue pribadi, sejauh ini masih terus belajar buat menyiapkan masa depan.

  • Olahraga rutin, alhamdulillah dijalani. Walaupun kadang ada aja malesnya, tapi seminggu 3-4x masih dijalanin, deh.
  • Pola makan sehat pelan-pelan tapi menuju ke arah yang lebih baik, insyaallah. Salah satu yang paling dibanggakan adalah, gue udah 5-6 tahun nggak makan mi instan. Terus gue juga sebisa mungkin nggak minum minuman manis dalam kemasan/ teh dan kopi tanpa gula, camilan 'kosong' (itu lho, camilan kemasan yang ringan-ringan), dsb dst.
  • Istirahat yang cukup. Oh sungguh ini sulit sekali. Apalagi kemarin sempat ngobrol sama ex bos gue, beliau mendengar di Ted Talk, yang bilang bahwa dari semua penyakit PTM (penyakit tidak menular) obat/ antisipasinya itu cuma 1: tidur cukup, 8 hours straight. Bukan tidur balas dendam di akhir pekan, bukan tidur pecah-pecah tiap 2 jam, dsb. Gue belum baca-baca lebih jauh tentang ini. Tapi menurut gue masuk akal, sih. Karena istirahat yang cukup itu sulit banget buat sebagian orang, salah satunya aku, yang sering masih ketak ketik sampai tengah malam kemudian besok paginya udah bangun buat kerja lagi.
  • Finansial. Duit nggak ada cukupnya. Menurut gue, kemampuan mengatur keuangan itu nggak kalah penting dibanding kemampuan mencari uang. Gue pribadi, masih belajar terus ngatur uang dan menyiapkannya buat masa depan. Gue nggak mau menjadikan Langit generasi sandwich yang harus nanggung kehidupan gue, makanya gue rajin investasi. Dan gue nggak mau Langit nggak jelas pendidikannya/ kehidupannya kalo gue sampe kenapa-kenapa, makanya gue punya asuransi jiwa. Satu lagi, biaya rumah sakit mahal, bok, makanya gue punya asuransi kesehatan (well BPJS juga ada, tapi alhamdulillah dikasih privillege untuk bisa punya asuransi swasta, kenapa enggak?)

Foto credit Mbak @nuniektirta

Apakah dengan semua persiapan gue itu udah cukup bikin gue PD menyongsong masa depan? So far, gue merasakan memang hidup gue alhamdulillah lebih enteng, lebih tenang. Tapi di luar dari hal-hal di atas, ada satu sih, yang nggak juga dilakukan: mendekatkan diri sama Yang Di Atas.


#tausiyahmamahlita

Btw, sebelum tausiyah jadi panjang, Sun Life sedang mengadakan vlog competition bertema Live Healthier Lives di mana lo bisa menceritakan alasan lo hidup sehat dan bagaimana lo melakukannya. Sun Life Vlog Competition ini berlangsung dari 10 Juli sampai 11 Agustus. Lumayan lama kan, tuh, cukup lah waktu buat bikin script, syuting, dan editing-nya. Berminat ikut? Cek detailnya di http://bit.ly/SunLifeID.



Waktu awal tahu campaign ini, gue langsung kebayang omongan gue adalah: “Alasan gue hidup sehat adalah gue pengin menyaksikan dan menemani Langit tumbuh dewasa dalam keadaan sehat”. Eh, nggak tahunya udah dipake sama Ibnu Jamil di video berikut ini:



Tapi gue rasa, semua orang ketika jadi orangtua, maka akan menjadikan anak sebagai alasan utama mereka hidup sehat. Benar nggak? Kalau kalian gimana? Apa alasan kalian menjalani hidup sehat?

*kalimat di judul terinspirasi dari kalimatnya Ibnu Jamil ketika dia dan Kelly Tandyono diresmikan menjadi brand ambassador Sun Life hari Kamis, 11 Juli 2019 yang lalu. Ku sukak!




nenglita

Aquarian, Realistic Mom, Random, Quick Thinker, a Shoulder to Cry On, Independent, Certified Ojek Consumer, Forever Skincare Newbie.

8 comments:

  1. Kayaknya itu alasan semua orangtua ya. Aku pun. Harus sehat karena ngga mau merepotkan anak juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, bener banget. Kemarin pas dengar ceritanya Ibnu Jamil juga jadi ngeh, iya ya, ketika tua seringkali manusia terkesan jadi 'beban' buat sekelilingnya :'( Mudah2an kita semua diberi kesehatan ya mbaak :)

      Delete
  2. Indeed mba.. waktu aku divonis kanker dan jalankan semua perawatan, tekadku satu.. I want to see my kids grow up! Hidup sehat memang perlu disiplin. Semoga kita semua bisa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiiin, sehat-sehat selalu mbak cantikkuuu :)

      Delete
  3. Antara kasihan tapi juga pengen ngakak waktu baca di bagian "pernah pingan dan bangun sendiri" itu, heheh...

    Tapi kesehatan memang investasi jangka panjang ya, makanya harus dijaga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kalo cerita itu sekarang udah sambil ngakak mbak, waktu ngalaminnya sih sedih sekali :))))) Tapi ya dibawa hepi aja, katanya orang2 yang sehat itu selera humornya bagus :D

      Delete
  4. Ahhh sukakkkk sama artikelnya, inspiratif banget Lit. Iya betul, saat jd orangtua, salah satu alasan utama ingin hidup lebih sehat adalah karena ingin mendampingi anak2. Semoga kita lebih sehat dan bahagia ya Litttt...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaamiiiin, semoga sehat teruuuus kita yaaak

      Delete